Acara aksi damai di Lapangan Imam Bonjol Padang long march hingga GOR Agus Salim. Anggota Rohis dari PadangSMA 1 Padang, SMA 10 Padang, Arrisalah, SMK 3 Padang, Man 3 Padang dan luar Padang seperti MAN Koto Baru menghadiri aksi ini. Mereka adalah calon pemimpin dan penerus estafet pembangunan bangsa ini. Wajah wajah cerdas dan beriman nampak pada paras-paras generasi muda Islam ini.

Para alumni rohis pun ikut dalam aksi ini. Sebagai salah satu bentuk dukungan kepada para adik-adik di sekolah dan bentuk kecaman pada pemberitaan di media yang notabene adalah fitnah hasil dari pemikiran sempit.

Longmarch berlangsung damai dan dibantu pengamanannya oleh pihak kepolisian. Warga padang yang sedang beraktifas pun penasaran melihat aksi dan orasi perserta. Grup Nashid Shautul Risalah pun menghibur para pengguna jalan dan masyarakat yang sedang berolah raga menikmati Padang di pagi hari.

Siapakah yang memberikan orasi dan kecaman kepada media yang telah menyebutkan rohis adalah sarang teroris? Anggota Rohis SMA 1 Padang, SMA 10 Padang dan Man Koto Baru. Mereka, siswa SMA yang berprestasi, bermal shaleh, patuh pada orang tua dan mencintai bangsanya. Salah seorang alumni Rohis SMA 10 Padang merasa sedih hatinya karena Rohis telah difitnah oleh TV tersebut, mengatakan bahwa rohis telah dikatakan sebagai sarang pengkaderan teroris. Saat kelas 3 ia sempat disuruh berhenti oleh orang tuanya untuk ikut rohis namun ia mengatakan “Jika saya tidak ikut rohis maka saya tidak bisa juara kelas” dan subhanallah, ia tetap ikut rohis dan juara kelas padahal kelas 3 SMA adalah masa yang sibuk untuk memepersiapkan ujian.

Allah berfirman dalam al Quran surat Muhammad ayat 7

“Hai orang-orang yang beriman, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.”

Ulama mengatakan: “Barang siapa yang tidak disbukkan dengan kebaikan maka ia akan disebutkan dengan keburukan”

Menurut hemat saya, justru anak-anak rohis adalah anak-anak yang berprestasi di bidangnya, menyabet medali emas olimpiade, menjadi mahasiswa jempolan di universitasnya masing-masing. Meraka mendapat respon positif dari guru-guru karena akhlaqnya yang bagus. Lalu pandangan sempit sebuah media menyudukan anak-anak rohis sebagai sarang teroris. Lho? Data dari mana? Dan penelitian macam apa serta metode apa yang mereka gunakan ? Semoga Allah memberi mereka hidayah.

Anak-anak Rohis anti narkoba, seks bebas dan tawuran. Sudah semestinya pemerintah, media, kepala sekolah dan orang tua mensupport eksistensi Rohis di sekolah. Saya akui saya harus mengacungi jempol pada bapak Mentri Pendidikan Nasional kita, Bapak Muhammad Nuh yang mendukung kegiatan Rohis sebagaimana yang dimuat dihttp://www.sumbaronline.com/berita-12001-rohis-sebagai-teroris-muda.html

Mendiknas Mohammad Nuh membantah analisis jika kelompok Rohani Islam (Rohis) yang diadakan di sekolah-sekolah tingkat menengah menjadi pintu masuk terorisme. Sejauh pengamatan Nuh, kegiatan Rohis sangat positif dalam mengajarkan nilai-nilai keIslaman di kalangan siswa.

Semangat untuk Rohis se-Indonesia

Laa tahzan, Innallaha ma’ana

Jangat takut, sesungguhnya Allah bersama kita!

Padang, 23 September 2012

Ba’da aksi damai Deklarasi Forum Silaturrahim Rohis se-Indonesia, Sumatera Barat

Nurul Huda

Penulis adalah Alumni Forum Studi Islam (FSI)  SMAN 1 Bukittingi

Iklan