Alhamdulillah hari ini adalah hari terakhir awak kuliah bertemu dengan teman-teman seperjuangan K4 ..
hiks, sedih..
Namun, Alhamdulillah, tampilan drama dari kelompok awak yang bertemakan “misinterperetation ” sebagai tugas akhir di kelas Interpretation menjadi tugas drama termanis dan terkeren #cieh.. yang pernah awak ikuti.

Subhanallah, ga nyangka dosen awak bilang “That’s brilliant” pada performance grup awak. Serasa melayang terbang ke udara mengingat pujian Ibuk itu.. Terbayar lunas pengorbanan awak dan kelompok awak yang melakukan diskusi untuk tugas ini. Latihan di adakan di belakang kosan Dorsy, si pencetus ide ini.
Mau tau ceritanya tentang apa?
Awak minta ke Milda dulu.

Hm,
Setelah membaca buku Riyadushalihin kemarin awak menjadi ketagihan : ‘I am addicted to you,’ kata simple plan. ‘You’ve got that one thing’kata One Direction. Yeah that book got that one thing: Valuabe, extremely awesome… Subhanallah
I cant tell you more about that book. Having that book in my hand just like listening to Imam Nawawi giving preach, he has passed away but his knowledge goes across time and places.. That’s what I am trying now, trying to write down knowledge that I get. Hence, when I my time has come, people still can obtain something from my post. Aaaamin. Yeah! Let’s Write Guys!!!

O ya, tadi juga baca lanjutan sirah nabawiyah, tentang kengerian yang terjadi pada para pemeluk Islam pemula. Para pengikut Islam yang lemah disiksa dan yang kuat atau kaya ditakut-takuti atau di janjikan uang dan kedudukan.

Bagi dari golongan yang lemah, sangat tragis nasib mereka. Bagaimana Ammar bin Yassir dan ayah serta Ibunya Summayyah diseret ke tengah padang pasir membara lalu disiksa. Ibunya Ammar adalah wanita pertama yang syahid dalam sejarah Islam…

Orang-orang musyrik biasa mengikatt sebagian sahabat di tempat gembala onta dan sapi, lalu melemparkannya di atasw padang pasir yang menyegat. Sebagian lain ada yang dikenakan pakaian besi, lalau menelentangkannya di atas padang pasir yang panas. Belum lagi Bilal yang diikat lehernya dengan tali dengan ikatan yang kencang di diserahkan pada anak-anak untuk dibawa berlari-lari di salah satu bukit di makkah hingga lehernya membilur plus ditambah pukulan tongkat.

Ada Abu fakih yang nama aslinya Aflah, diikat dengat ikatan kencang, lalu diseret di atas tanah. Halo? Diseret di atas tanah? Kalau saja hal itu terjadi di komplek awak hari ini, maka akan banyak orang yang berkerumun dan memarahi si penyiksa, polisi datang dan munugkin ada yang menggalang dukungan untuk abu fakih dengan cara mengupload video penyiksaan itu di youtube dan membuat hastag di twitter #saveAbuFakih, atau membuat fan page di fb, Save Abu Fakih.

But, NO! Ini terjadi di zaman dulu, di zaman awal munculnya Islam. Ga ada yang kayak begituan.Sungguh payah penderitaan mereka.

Awak bersyukur hidup pada masa dan tempat dimana Islam telah diterima.Awak bebas berjalan ke kampus, ke pasar atau pulang kampong tanpa takut ada yang bakal menyere-nyeret awak di atas aspal, atau melempar tombak mematikan ke awak. Alhamdulillah..

tak terbayang bagaiamana rasanya jika awak hidup di zaman dan tempat saat penyiksaan itu ada..

Iklan