Tag

, , ,

Tadi pagi awak berangkat ke akad nikah dua orang senior awak di Sijunjung, Sumatera Barat. Tersebutlah mereka adalah orang-orang yang vocal di ormawa kampus awak. Serasilah, jika awak lihat  :D.  Barakallahu lakuma wa baraka ‘laikuma wa jama’a baina kuma fi khair  Uni Isil dan Bang Albert.

hm, Lalu awak merenung dan menyadari hal yang selama ini seharusnya sudah di sadari sedari dulu tentang nikah. Apakah itu? Silakan lanjutkan membaca tulisan awak..

nah, begini ceritanya (lama banget, dari tadi masih belum ke inti…)

hm…

okkeh,..

selama ini mungkin awak sering berdoa dengan terlalu memaksa  “Ya Allah, jadikanlah si X sebagai suami hamba, atau si Q sebagai suami hamba, “. Dan setelah sadar, doanya belum dikabulkan, tetap berkeluh kesah.

Nah, ternyata setelah awak telusuri jejak-jejak best-friends awak yang ada di list: best-friend-aquh-bagedz.. ternyata mereka adalah orang-orang yang paham siapa awak dan mengerti siapa awak. Tidak hanya paham, mereka juga mensupport dan memberi appresiasi serta meluruskan kesalahan awak dan memberitahu dimana letak kekurangan awak.

Nah, tu? Dalam contoh dunia persahabatan saja yang nota bene dengan para perempuan tentunya, awak sudah diberikan sahabat-sahabat yang keren oleh Allah, apalagi untuk bagian dunia pernikahan. Untuk itu, marilah kita sama-sama optimis!

Setelah awak pikir-pikir lagi, sahabat-sahabat awak itu, alhamdulillah membawa awak lebih dekat pada Allah SWT. Maka tak ada motivasi yang lebih paten untuk menikah, menurut awak, dibandingkan untuk mendekatkan diri kepada Allah. So the key is being closer to Allah. Kalau dipikir, nikah untuk prestige maka sampai dimana prestige itu akan bertahan? sampai prestige itu hilangkah?

bergerilya mencari ‘calon’ yang lain dengan cara yang tidak ahsan (baik.red) juga akan mendatangkan kemudharatan. Hati akan terkena panah beracun setan dan racunnya menjalar hingga ke kepala. Hal ini dalam tingkatan parah akan membuat tidak nafsu makan, pucat dan sakit perut. Ini cyus lho! Coba cek orang yang lagi galau. 😀

so what should we do?

Well, I am not in the place to preach you, guys. But I do this in terms of giving suggestion to fellow friend or in other words, let’s say: sharing. 

1. Luruskan niat untuk menikah adalah: Untuk mendekatkan diri dengan Allah. Yakinlah bahwa Allah telah menyediakan yang cocok dan pas untuk masing-masing diri 😀

2. Persiapkan ruhiy, fikry dan jasady : (rohani, ilmu dan fisik)

3. Lalukan proses yang halal dan jelas : ta’aruf. Contohnya seperti di KCB 😀

4. Jika belum mampu berpuasalah

5, the last but not least : OPTIMISLAH! Jika pun tak di dapat di DUNIA , InsyaAllah di JANNAH-NYA!!!

That’s All, for you all the member of JOSH! JOmblo Sampai Halal
Ihfadz Hamsatukum!!
Jaga Semangatmu!!!

thanks for reading 😀
Nurul Huda

Padang, 4th Jan 2013

in 4 hours before dawn..

Iklan