** Membaca

(I)

Membaca adalah kebiasaan orang2 yg taat agama.
Karena ayat pertama yang turun adalah ‘bacalah’.

(II)
Tak akan menyesal orang2 yg suka menghabiskan waktu dgn membaca buku. Jika tidak bermanfaat sekarang, esok lusa akan berguna. Banyak2 membaca sekarang, esok lusa akan berguna banyak.

(III)
Tidak banyak buruknya dari banyak membaca. Tapi banyak bicara, banyak komen, aduh itu entahlah.

(IV)
Banyak sekali salah paham, buruk sangka, tuduhan, hinaan, bahkan perang antar umat manusia bisa dihindarkan jika semua memilih membaca dulu dibandingkan bicara dulu.

(V)
Orang2 sok tahu, pada umumnya sedikit sekali membaca buku. Tapi dengan senang hati, maksimal sekali menunjukkan hal tersebut lewat komen2nya.

(VI)
Segera tanamkan kebiasaan membaca ke anak2 kita, secepat mungkin. Biasakan mereka dengan buku2, batasi televisi, dan sejenisnya. Jangan biarkan anak2 meniru generasi kita, orang tuanya yang jarang membaca.

Beda antara sebuah bangsa yang mendidik anak2nya untuk suka membaca dengan tidak bisa sebesar: yang satu tumbuh maju mengirim astronot ke luar angkasa; yang satunya lagi, duduk di balai2 bambu di malam dingin, sambil ngopi, berbual cerita hanya menatap luar angkasa.

(VII)
Omong kosong bila membaca itu butuh uang, apalagi mendaftar argumen: harga buku2 mahal.
Lihatlah sekitar kita:
— menghabiskan ratusan ribu untuk pulsa setiap bulan no problem
— sekali makan di kedai fast food puluhan ribu nggak masalah
— beli gagdet jutaan, beli kosmetik, pakaian, dsbgnya tidak jadi perdebatan
— dan lebih menakjubkan lagi, sehari merokok 1-2 bungkus, hingga 10rb/hari, lumrah saja di negeri ini.
Membaca hanya butuh niat. Tidak memiliki niat-nya, maka jangan salahkan hal lain. Salahkan diri sendiri. Kita bisa pinjam, bisa pergi ke perpustakaan, bisa dsbgnya.

(VIII)
Jaringan perpustakaan nasional Singapura, mengacu data tahun 2007, dikunjungi oleh 37 juta pengunjung, alias 100.000 lebih pengunjung per hari. Masih mau bertanya kenapa Singapura masuk dalam daftar negara2 maju, bersih, jujur, dan hal2 menakjubkan lainnya?

Itu artinya, dalam setahun, rata2 penduduk Singapura berkunjung ke perpustakaan nasional mereka 7,4x (diluar mengunjungi toko buku, kafe buku, dsbgnya). Nah, kalau kota Jakarta mau menyamai Singapura, kita harus memiliki 74 juta pengunjung di jaringan perpustakaan daerah Jakarta. Juga saksikan negara2 maju lainnya, mereka rajin membaca di manapun, dalam kesempatan apapun.

Mari didik anak2 kita agar suka membaca. Jangan biarkan, justeru orang lain yang lebih paham betapa pentingnya budaya membaca. Indonesia ini mayoritas muslim, di mana ayat pertama yang turun adalah: bacalah. Kitalah yang seharusnya memiliki budaya baca paling kokoh.

–Tere Lije

https://www.facebook.com/darwistereliye?fref=ts

Iklan