kadang mungkin pernah terlintas di pikiran bahwa ” loh kok dia lebih bisa daripada saya? nah lho, kok pencapaian dia lebih hebat daripada saya? Kenapa dia bisa sekarang , kan kemarin ga bisa?”

dengki, kata Salim A fillah di buku Kicauan, berawal dari luka hati. tapi juga sering karena kurangnya rasa syukurnya dalam diri. Dengki adalah dosa yang menyakiti seseama dengan kata-kata dan tidakan; menyakiti diri sendiri dangan prasangka, perasaan, pikiran dan telaah.
Ex: pendengaki karena luka hati : Abdullah bin Ubay, luka hari pada Nabi Muhammad SAW, karena adanya beliau si Abdullah bin Ubay gagal jadi raja.

hm, itu intro.

dengki?

Rasulullah saw. bersabda, “Hindarilah dengki karena dengki itu memakan (menghancurkan) kebaikan sebagaimana api memakan (menghancurkan) kayu bakar.” (Abu Daud).

Dengki (hasad), kata Imam Al-Ghazali, adalah membenci kenikmatan yang diberikan Allah kepada orang lain dan ingin agar orang tersebut kehilangan kenikmatan itu. Dengki dapat merayapi hati orang yang merasa kalah wibawa, kalah popularitas, kalah pengaruh, atau kalah pengikut. Yang didengki tentulah pihak yang dianggapnya lebih dalam hal wibawa, polularitas, pengaruh, dan jumlah pengikut.

source: http://www.dakwatuna.com/2007/04/17/159/dengki-penghancur-kebaikan/

nah itu tentang bahaya dengki dan apa itu dengki. Hm, lantas bagaimana kira-kira untuk bisa menghilangkan dengki? Awak bertemu quotation yang keren dari Dr. Ali Abdul Halim Mahmud di salah satu buku karya Satria Hadi Lubis.

“Pada dasarnya Allah telah meletakkan pada diri setiap hamba potensi, bakat, dan kemampuan yang membedakannya dari orang lain. “ Dr. Ali Abdul Halim Mahmud

So, sebenarnya kita udah beda dengan orang lain ^^ tak perlu merasa dan memaksakan diri harus sama dengan orang lain. Karena apapun capaian mereka, meraka tidak akan pernah sama capaiannya dengan kita. Dan, bagaimana pun usaha kita, kita tidak akan pernah sama persis capaiannya dengan dia atau mereka ^^

so, kita memang sudah beda dari sononya. Jika ada seorang teman yang handal di sebuah bidang ilmu maka tak bijak jika merasa dengki ke dia, karena dia punya bakat di sana. Toh, diri kita masing-masing sebenarnya juga punya bakat. Dengan berpandangan begini, awak rasa tak ada lagi rasa minder dengan orang lain atau dengki, karena sadar sesadar sadarnya bahwa kita emang beda dan kita emang punya bakat masing-masing yang emang beda ^^ Ketika sudah paham, maka tak ada lagi rasa mengganjal ketika mengucapkan selamat pada dia atau mereka. Lepas tu, kita bisa concern lagi dengan field yang nak kita geluti (my malaysian accent :P)

oh ya kawan-kawan, beberapa waktu lalu awak menemukan sebuah ayat di Al Quran tentang doa agar tidak dengki ke sesama orang beriman 😀

“Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Ansar), mereka berdoa: “Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang”. Al Quran surat ke 59: Al Hasyr ayat 10

semangat!
Berubah!!!

Iklan