Tag

, , , , ,

ketika awak membuka buku Riyadush Shalihin, ada sebuah bab yang menarik untuk dibaca, tentang mengingat mati dan tidak memperpanjang angan angan. Here it is..

Anas ra. berkata, “Nabi saw. menoreh beberapa garis, kemudian bersabda, ‘ Ini adalah cita-cita manusia, dan ini adalah ajalnya. ketika dia sedang berisaha untuk mencapai cita-citanya, tiba-tiba datangah garis yang lebih pendek, yaitu ajalnya.” (HR Bukhari)

Ibnu Mas’ud ra. berkata “Nabi membuat gambar empat persegi panjang. Di tengah-tengah di tarik satu garis sampai keluar. kemudian beliau membuat garis pendek-pendek di sebelah garis yang ditengah-tengah seraya bersabda, ‘Ini adalah manusia, dan empat persegi panjang yang mengelilinginya adalah ajal. Garis yang diuar ini adalah cita-citanya. Sedangkan garis-garis yang pendek adlah hambatannya. Apabila dia dapat menghadapi hambatan yang satu, maka dia akan menghadapi hambatan yang lain. Dan apabila dia dapat mengatasi hambatan yang lain, maka dia akan menghadapi hambatan yang lain lagi.’ ” HR Bukhari

Pelajaran Hadist
1. Ilustrasi yang diberikan Rasulullah SAW bertujuan untuk memudahkan pemahaman.

2. Sudah seharusnya kita senantiasa bertaubat, melakukan amal shalih, dan tidak tertipu dengan angan-angan panjang

3. Angan-angan yang tercela adalah ayng menjadikan seseoran gsombong dan tidak mau melakukan amal shalil.

4. Kebanyakan manusia menyangka bisa meraih semua angan-angannya, namun seringkali kematian malah mendahuluinya

sumber: Riyadush Shalihin Jilid 1, Imam Nawawi, hal 654-655 tentang Mengingat Mati dan Tidak Memperpanjang Angan-Angan

ketika membaca hadist yang pertama, awak seperti di pukul telak. Ya, garis kematian ayang akan menghentikan impian dan angan-angan awak selama ini. Aduh, sudah dekat atau lamakan ajal itu datang. Jika ajal itu sudah datang maka tak ada lagi yang ngisi blog ini dong. Nurulhuda27.wordpress.com akan jadi kenangan, wordpress  pasif karena sipenulis dah masuk kubur. Menambah deretan blog orang yang telah mati. Akun twitter awak @Nurul_Huda27 juga bakal ga ada lagi yang ngetwit. Mungkin di sana ada ucapan innalillahi wa innailai raa ji’un dan beberapa ucapan belasungkawa dan doa lainnya. Akun fb awak tidak ada lagi yang me like dan tak ada lagi share yang dari akun awak karena yang si empunya akun udah meninggal dunia..

ngeri juga bicara tentang kematian, tahukah kawan-kawan? awak menulis ini jam 12.09 am tanggal 29 Mei 2013. Awak jadi takut, takut akan barang-barang yang awak pinjam dan belum awak kembalikan: buku dian teman awak pas SMA, bukunya sari teman awak pas SMA dan bukunya kak RIna, senior awak di kampus. serta sebuah LPJ lomba debat ke Manila kemarin yang masih belum awak serahkan ke BAAK 😦

hiy… ngeri..
kematian itu mengerikan.
benar, lenyap rasanya kesenangan dunia ketika awak mengingat kematian itu. Semoga Allah beri awak husnul khatimah. Kata ustadz di acara tatsqif kemarin, mati itu pasti kapannya, namun kita yang milih mau mati terkengkan atau mati keren 😀 maksudnya mau mati su’ul khatimah atau husnul khatimah.

Iklan