awesome…

DWI BUDIYANTO

Sa’ad bin Malik: suatu saat ia merasa lebih berdaya dibanding yang lainnya. Entah apa yang menyebabkan ia berpikiran demikian. Kita hanya mengetahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menegurnya. Bukhari meriwayatkan peristiwa itu untuk menjadi perenungan buat kita.

Dari Mus’ab bin Sa’ad ia berkata: Suatu saat Sa’ad bin Malik merasa memiliki kelebihan dari orang yang lebih rendah darinya. Maka, Nabi saw bersabda, “Bukankah kalian ditolong dan diberi rezki oleh Allah karena orang-orang dhu’afa di antara kalian?” (HR. Bukhari)

Adakah diri kita seperti Sa’ad bin Malik? Merasa telah sangat sukses dan jaya dibandingkan dengan orang lain. Merasa memiliki banyak koneksi untuk mewujudkan keinginan-keinginan. Merasa memiliki banyak kekuatan untuk mempengaruhi orang lain. Merasa berlimpah fasilitas daripada yang dimiliki orang lain, sehingga menganggap teramat layak bermegah-megah. Sungguh, seluruh kelimpahan itu merupakan pemberian Allah. Dan, yang tak boleh dilupa, bisa jadi Allah berikan semua kelebihan itu karena peranan orang-orang miskin dan…

Lihat pos aslinya 289 kata lagi

Iklan