Tag

, , , , , , ,

Tadi awak ngumpul bareng kawan-kawan mendisikusikan ayat al quran dan Islam. Ciee… bahasanya melangit B-) ndak juga, toh tidak ada salahnya ngumpul-ngumpul ngomongin islam di bulan ramadhan? Pahala kan.. 😀 😀 tulisan awak di bawah rada assorted idenya. Jadi kawan-kawan aware aja jika nanti rada loncat-loncat 🙂

jeng..

Rasulullah dalam berinteraksi dengan para sahabat menekankan pada hati dan amal. Hati itu keilmuan dan ruhy serta lezatnya shalat dan tilawah. Rasulullah menyampaikan reward yang didapat jika melaakukan suatu amalan sehingga para sahabat berlari menuju amal itu.

Hati itu adalah keilmuan dan rasa lezatnya beribadah. Hati ga hanya menyangkut ibadah pada Allah semnyata (ubudiyah) tapi juga hubungan sosial, semacam persaudaraan (ukhuwah) dan bertetangga. Keren ternyata, dalam Islam kita disuruh untuk menahan diri dari menyakiti tetangga dan disuruh berkata baik. Jika tak mampu berkata baik maka hendaklah diam 🙂

jengg.. tentang amal

“Bagi orang mati syahid dihadiahi surga”

kita pernah dengan sahabat yang lagi makan kurma, udah setengah gigitan dan gigitan yan gsetenganya itu dikeluarkan dari muluntnya coz mau berlalari dapatin surga 😀

Nah, tilawah pas ramadhan pun “diiming-imingi” kebaikan 1 kali dan dikali lipat 10 per 1 huruf. Kebayang ga berapa yang kita dapat kalau bisa khatam 1 al quran pas ramadhan?

orang yang hatinya keren dan amalnya mentereng mempunyai landasan aqidah,yakni keyakinan pada Allah. Gimana ceritanya bakal serius tilawah kalau ga yakin bahwa Allah akan ganjar pahala yang berlipat? Ya ga mas bro? mbak sis?

hm, kata Mario teguh “Kegagalan itu bukan soal memulai tapi soal konsistensi” So, how to be consistent? Ilmu (hati) yang keren diaplikasikan dengan amal kerja nyata.

nah, untuk menjadi seseoang yang mempunya konsistensi yang keren dibutuhkan 1 kata: manajemen. Manjermen adala mengatur dan merekonstruksi. Mengatur apa yang sudah ada. Jika apa yang sudah ada itu tak bisa diatur dan tidak lagi bisa dikondisiskan maka atur ulang apa yang sudah ada itu alias di rekonstruksi.

sekrang mari kita cek skala prioritas kita 1-10, sudah sampai mana (awak senyum-senyum sendiri memikirkan skor awak 😛)

kalau masih sering mengeluh dan mengkambinghitamkan si situasi “Ah, lagi malas. Ah saya kan orangnya lemah, saya punya penyakit ini dan itu makanya lammaa.” atas nama pembenaran kemalasa dan keleletan maka itu namanya kufur nikmat karena nyalahin Allah. Nah tu… (wajah awak serius :|)

catatan catatan saja tidak akan bisa menggerak kan hati, yang bisa menggtakkan hati adalah cinta

Cinta pada Allah membuat kita betah berlama-lama tilawah
Cinta pada kesabaran membiat kita bisa sabar
Cinta pada kebersihan membuat kita bisa bersih
Cinta pada kerapian membuat kita bisa rapi
Cinta pada ilmu membuat kita semangat mencari judul skripsi 😛 (judul skripsi awak ditolak pembimbin dan disuruh cari ulang judul baru. FYI udah lebih 3 judul yang awak ajukan dan itu ditolak. Mungkin karena awak kurang cinta. maka tambahlah cintamu wahai Nurul 🙂)
cinta pada Jihad membuat kita bisa sisihkan uang jajan yang banyak untuk sedekah yang banyak juga
Cinta pada Firdaus membuat kita semangat beramal untuk masuk surga yang paling keren ini. Yosh!!!

so, jika kita cinta maka kita bisa 🙂


thanks for reading guys. the most important thing is to strengthen our heart and be consistent in doing the deeds. this is hard but inshaAllah this is possible. Yet, let’s try to cure our heart by know more knowledge and get closer to Allah. By knowing the reward Allah provides us, then we can accelerate and even rush to do the deeds. 
gambare mashou mina san !!!

Iklan