Tag

, , , ,

menjadi oran lain tidak akan membuat kita merasa tenang. Berusaha sekuat tenaga untuk mengalahkan prestasi dan pencapaian orang lain dan kemudian terseok karena bukan makanan diri. Lalu tatapan menjadi nanar dan potensi mati. Tak lagi ada semburat merah semangat yang ada hanya kelam kabut hitam dan dinginnya asa.

Berusaha sekuat tenaga untuk mencapai lebih dari yang dimiliki orang lain dan membuang percuma apa yang telah Allah beri pada kita, hanya akan menambah nelangsa jiwa. Konsep diri tak jelas, penderitaan tambah bertambah karena dengki dan rendah diri. Alangkah malangnya nasib, jika ini terjadi, tak hanya sehari namun beratus -ratus hari tanpa henti.

Membebani diri dengan standar sukses orang lain tak beda dengan dengan menghukumi diri sendiri dengan hukuman yang sebenarnya tidak perlu dan berlebihan. Allah saja tidak menghukumi atau memberi cobaan hambanya diluar kesanggupan hambanya. Kenapa kita harus memaksa sesuatu yang diluar jangkauan: menjadi orang lain.

Membandingkan diri dengan orang lain sebenarnya adalah perlu. Karena dengan membandingkan diri dengan orang lain maka kita tahu bahwa ada yang lebih menderita keadaaanyaa dari pada kita. Mengajaran kita akan syukur. Membandingkan diri dengan orang yang berada di atas kita agar kita tahu diri bahwa masih sedikit ilmu yang dimiliki.

Berusahalah melihat kelebihan yang kita punya, lihatlah potensi-potensi dan kelebihan yang diberi Allah kepada kita yang selama ini kita abaikan karena sibuk mematut diri didepan cermin orang lain. Karena sibuk mecocokan atribut dan perhiasan dengan tampilan orang lain. Lihatkah kelebihan-kelebihan itu seberapa pun besarnya seberapa pun kecilnya. Karena itu adalah bekal kita. Ya, bekal untuk dimasukkan ke dalam tas ransel, dan berlari menuju mimpi yang kita punya.  Karena jejakku, jejak dia, jejak mareka dan jejakmu adalah berbeda.

semangat untuk para pembeda dimanapu berada
semoga kita melihat lebih jelas siapa kita
dan apa yang bisa kita perbuat
agar kelebihan yang kita punya tak terbuang sia-sia

Gambaru mina san…

Nurul Huda
Padang 9 September 2013

Iklan