My fellow works:D like it 😀

Wooden Stair

 Tik, tik, tik, dentangan jam itu mengeras. Tadinya tidak terdengar sama sekali, namun ketika kesunyian bangkit dari tidurnya detik detik jarum jam pun mendendangkan nadanya dengan syahdu. Sementara aku menunggu rekan rekanku dengan menahan rasa lapar yangkian mendendangkan kegaduhan di perutku. Sebotol air pun telah ku telan, menunggu dalam kebosanan.

Sunyi, sepi, tapi samar samar kemudian ku dengar celotehan para manusia di ruang bawah, suara mesin, suara langkah langkah, tok, tok, tok, suara mesin lagi, celotehan lagi, mesin lagi, selotehan lagi, langkah lagi.

Hei, langkah siapa itu? Langkah yang diseret dengan pasti menaiki tangga, seakan menyusul kesendirianku, namun terhenti. Tidak, langkah itu tidak menuju kesini. Ku merenung. Ruangan ini penuh pengap, namun menghembuskan udara dingin ke tubuhku. Dinginnya menusuk tulang. Terlintas di pikiranku, haruskah aku ke ruang bawah sendirian? Tidak, sanggahku cepat. Aku tidak mengenal siapapun. Ku lirik jam dinding di belakangku, lebih kurang 300 detik lagi lonceng akan berbunyi…

Lihat pos aslinya 473 kata lagi

Iklan