Tiga hari ini saya mendapatkan ibrah luar biasa

1. Jika kamu memasukkan kebahagiaan kepada muslim lainnya maka kamu akan dapat pahala yang banyak dan ketenangan

2. Ketika kita memeberikan apa yang kita cintai pada saudara, maka akan ada rizki tak terduga datang setelah itu sebagai balasan langsung dari Allah

3. Orang yang dekat dengan Allah, maka akan mudah doanya di ACC oleh Allah, jika pun dia dalam masalah, masalah itu akan dilaluinya dengan senyum karena dia dekat dengan Allah. Saya kemarin saya bertemu pemateri di sebuah seminar di kampus, baru umru 24 tahun sudah S3 di Belanda. Ck ck ck belum tamat S1 sudah ditermaa S2 di Eropa, belum tamat S2 sudah diterima S3, selidik punya selidik, ternyata dia sudah hafal 30 juz sejak dia masih SMA. MasyaAllah apa ya, tambah yakin saya bahwa Islam itu logis, bahwa ketika ingin dapat pertologan Allah, ya usaha. Ketika ingin dekat dengan Allah, ya usaha. Dekatkan diri denganNya dengan berbagai cara: menghafal al quran, tahajjuj, tilawah dan sebagainya.

4. Ibrah membaca buku serial cinta Anis Matta Bahwa cinta itu adalah memberi, menumbuhkan hal yang kita citai itu dan menjaganya dari segala  hal yang bisa mengagngu pertumbuhan orang, sahabat, atau negara yang kita cintai itu. Mengungkapkan bahwa “aku mencintaimu” adalah sebuah pekerjaan berat bahwa kita bersedia untuk bertanggung jawab terhadap ‘tumbuhnya’ mereka yang kita cintai, perhatian kita dan memberi segala yang diperlukan mereka untuk tumbuh. Dan benar, ketika saya mencoba untuk mencintai skripsi saya, memang butuh perngorbanan untuk itu dan memang butuh tanggung jawab. ketika saya mulai membangun silaturrahim dengan sahabat saya, maka semakin jelas bahwa cinta itu butuh pengorbanan. Ketika saya pikir ulang sebarapa besar cinta saya pada orang tua, saya tersadar bahwa banyak evaluasi yang harus saya lakukan. Ketika saya bertanya seberapa besar cinta saya pada negara, ah saya jadi malu. Sebelum baca buku ini, tak pernah terbersit di pikiran saya bagaimana untuk mencintai negera ini…

5. Ketika saya minta pada Allah untuk diberi ketenangan dan rehat sejenak, Allah beri saya waktu untuk kembali bermain dengan teman lama. Subhanallah, rasanya sangat senang hati saya bisa menulis skripsi dengan dia. Kebetulan peelitian kami masih dalam topik yang sama. Semoga Allah lanjtukan pertemanan ini ke surga. Allah kuakkan rahasia yang belum saya tahu selama ini, bahwa Allah memberi saya bestfriend yang melengkapi saya. Saya berani untuk datang ke pembimbing walau belum perfect dan teratur tulisan saya, sedang dia ragu untuk datang ke pembimbig walau sudah jauh lebih perfect tulisannya dibanding saya. Kalau lelucon yang saya buat kira-kira “Ane berani datang ke pembimbing denngan sebuah ke’gila’ an: jauh dari perfect namun nekad, ukhti tidak berani datang ke pembimbing dengan sebuah ke’takut’an:  merasa belum ‘pantas’ walau sebenarnya sudah benar dan mendekati ‘perfect’.”
Jujur, saya ternganga mendengar analisisnya yang selama ini belum saya dengar. Sebuah analisis yang keren mansyaAllah. Selepas berdiskusi dengan beliau, saya mengambil kesimpulan bahwa menulis skripsi pun harus bajaleh jaleh. Ingin rasanya saya menuliskan cara beliau menanta catatannya di sini, mungkin belum saat ini akan saya tuliskan. Mungkin di kesempatan lain 😀

Semoga setiap keja dian yang terjadi ini membuat saya lebih dewasa menjalani hari-hari.  Lebih tahu diri, lebih bersyukur dan lebih optimis  dan lebih malu pada Allah swt. 😀 Aaaamin 😀

Nurul Huda
24:12:2013

Padang

#pas lagi nginap di tempat ukhti teman saya

Iklan