Tag

, , , , , , , , ,

apa ya, ini mungkin tentang perjalanan hidupku selama ini. Tentang bagaimana aku menjalani hari. Tentang bagaimana aku menghadapi kelebihan dan kekuranganku. Hm, aku tipikal orang yang sangat optimis pada masa depan, bahkan terkadang sampai pada level terlalu optimis. Sangat sih boleh-boleh saja, masalahnya adalah pada terlalu optimisnya yang berbuntut masalah. Baru-baru ini ada sebuah case  when something doesn’t work on what I planed. This is quite hit me, and quite hard. I need to take time to gather the parts of my self that has been thrown in such scattering way. Namun, Alhamdulillah, ada ibrah yang berbungkah bungkah dibalik masalah itu, seriously. Aku mulai berbenah diri dan memperbaiki pemahaman yang selama ini salah dan kelam.

Hm, mungkin karena dasarnya sebagai seorang yang sedikit keras kepala, dulu malas sekali mengakui kekurangan. Jikapun ada kekurangan, aku menganggapnya sebagai takdir. wkwkwkwk,.. Padahal Allah suruh kita untuk berusaha, dan Allah berikam kita jalan kejahatan dan kebaikan (surat As Syams ayat 8). Pernah terpikir apakah aku sudah ditakdirkan untuk masuk neraka. ck ck ck, pemahaman yang sangat ‘satanist’. Alhamdulillah, dapat pencerahan bahwa takdir itu bisa diubah dengan doa dan usaha. Alhamdulillah udah mulai ngafalin al Quran lagi, juz 30 ding :D. Targetnya 30 juz he he he, aaamin. Kemarin ngafalin surat al insyiqaq, ayat 6 “Wahai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja keras menuju Tuhan-mu maka kamu akan menemuiNya” ayat ini menurut aku -eits aku belum cek di tafsir ya, dan belum tanya sana sini tentang ayat ini tafsirnya apa,- ini adalah bukti bahwa kalau sungguh-sungguh, bisa ketemu Allah swt,.. :D.

Hm, ada lagi, golongan daraku B, orang bergolongan darah B suka yang fun. I mean, enjoy the life as enjoyable as you can. Sebernarnya ga juga sih, adikku golongan darahnya juga B namun pekerja keras, xixixi,.. Atas dasar pembenaran itu aku pengennya melakukan apa yang menurut aku suka, kalau ga suka aku tidak mau melakukannya. Nah, the same things goes to my skripsi. When I think there is other distraction which is more appealing on my thought compared to thesis I make, I will follow that distraction. The distraction can be vary from hang out with friend, kepo-ing my favorite youtube channel, posting in instagram,kepo-ing stuff about athesism-vs-believers, speaking in such unstoppable way with my fellows, playing guitar and sing, until discussing about new violin from my oldest sister. Sampai pada sebuah titik tadi siang
“Dalam al Quran disebutkan : “Maka sesungguhnya sesudah kesulitan ada kemudahan” Al Insyirah ayat 5
“Tetapi dia tidak menempuh  jalan yang mendaki dan sukar?”Al Balad ayat 11
nah, disitu kata kuncinya: SULIT. hal yang paling aku jauhi XD.

Hhhh,.. onde mande… Anggaplah jika tetap aku dengan pemikiran seperti itu, dan anti terhadap segala sesuatu yang sulit, maka yang aku lakukan hanyalah sesuatu yang senang-senang saja. Senang-senang akan berujung pada keinginan untuk bersenang senang saja yang induknya disebut Hedonisme. Hedonisme berujung pada Neraka. Duh!

Sulit, melakukan kebaikan itu sulit, tidak melakukan kebaikan karena takut orang lain menilai disebut riya, melakukan kebaikan karena ada orang lain disebut syirik. Jalannya satu: luruskan niat. Dan itu sulit. Melakukan apa yang dikatakan itu sulit, karena mengatakan itu jauh lebih ‘menyenangkan’ daripada melakukan. Bicara versus Amal. Sulit kan? Dalam surat Ash Shaff  ayat 2-3, Allah ancam orang yang seperti dengan mendapatkan kebencian dari Allah. “Wahai orang yang beriman, kenapa kamu mengatakan apa-apa yang tidak akmu kerjakan? (itu) sangatlah dibenci Allah jika kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan“. Hiy…

hm sering terdengat pembenaran ‘At least, aku bilangin ke orang lain.’ Halo? At Least? Fethullah Gulen bilang

“Meski demikian, manakala seseorang hanya mendengarkan kisah-kisah yang baik saja, tanpa bersedia ikut mengamalkannya, maka bukan itu tujuan agama Islam dibuat. Ajaran Islam memerintahkan kepada umatnya untuk menghayati antara Islam, Iman, ilmu dan sekaligus pengamalannya. Adapun sebaliknya, orang-orang yang suka berbicara tentang amal-amal Islam tanpa mengetahui keimanan dan pengamalan menurut aruran Islam yang sesungguhnya, maka ucapan mereka hanyalah sia-sia belaka.” Fethullah Gulen, buku: Dakwah, hal 187

Nah, semakin jelas, NATO  (No Action, Talk Only) ga acceptable dalam islam.

Dalam sebuah hadist sahih disebutkan bahwa Neraka itu dikellingi oleh seuatu yang menyenangkan sedangkan surga itu dikelilingi oleh sesuatu yang tidak menyenangkan. Dan sulit, bagiku adalah sesuatu yang tidak menyenangkan. Jika dilogikakan maka, kita harus mengerjakan hal yang sulit. Sulit sama dengan tidak menyenangkan. Melakukan hal yang tidak menyenangkan bagi hawa nafsu akan membuat kita masuk Surga 😀
tadaaa… begitu logikanya.

Munkin kalau kawan-kawan yang lagi baca nanya, kenapa si Nurul nulis ini ya? Jawabannya adalah karena aku merasa hal ini perlu disebarkan, Karena aku pengen ketemu kalian nanti di Jannah 😀 aaaamin.

Sekian dulu tulisan kali ini. Semoga Allah luruskan niat, beri kita semua hidayah, menyibukkan diri dengan perbaikan karena Allah lihat kerja kita, bukan hasil. Fokus adalah pada kerja, hasil urusan Allah. Ibunda kita Maryam yang baru saja melahirkan ‘Isa alaihissalam, dalam keadaan letih yang bersangatan disuruh Jibril menggoyangkan pohon kurma agar bisa mendapatkan qurma untuk di makan. Terbayang ga? Apakah masuk akal pohoh kurma yang diamternya lebih besar dari pohon kelapa bisa digoyang oleh Ibu-Ibu baru melahirkan anak, dan Ibu itu dalam kesehariannya di mihrab beribadah dan bukan Ibu-Ibu yang suka outbond? Ga masuk akal kan ya? Namun sing,… Kurma masak itu jatuh ding! Benar kan? Yang terpenting itu kerja keras, Allah tentukan hasil 😀

The same thing goes to my skripsi. Aku harus masuk ke zona SULIT itu untuk bisa cari tiket ke JANNAH. Yattaaaaaa!!! (Luffy one piece exclamation style 😛

Iklan