pelupuk mata terasa mengantuk
sejuta mimpi bersiap hampiri
anak manusia yang mencoba cibir dunia

menebar senyum polos pada
kelicikan
dan keabaian

mendongakkan kepala
ketika harga tak diharga

mengangguk dalam
mencoba paham

lama
menatap lamat lamat
lekat
pada sebuah sudut
penat

memutar bola mata kearah atas
lalu kekiri
keatas
dan ke kanan lagi

mencari pengakuan
mencari persetujuan
dengan diri
dan diri-diri

menghela nafas
pelan dan singkat

dentuman itu tak terdengar dari luar laman
ia berdentum di dalam ruang otak pikiran

ia berdentum dalam jantung
ia berdentum dalam rongga paru

ia berdentum dalam nadi
ia berdentum di retina

ia berdentum dalam diam

perlu sendiri
mencermati hari

ketika mata mata diri diri
tertutup rapat
dibuai jutaan mimpi

anak manusia itu
berbicara

dengan diri
sendiri

hening itu berdentum
perang dalam kepalanya

ramai daripada biasanya
makin larut malam

makin ramai dan bising perang itu
makin serius wajahnya

ada dentuman
letusan
desing peluru
dan bunyi bilah-bilah pedang

semakin malam

anak manusia masih berperang
hasilnya akan ketahuan

ketika cahaya menjelang

Iklan