Tag

,

ingatkah ketika hujan rintik-rintik itu
di kampung di kaki gunung Marapi
di kampung kecil di dekat Bukittinggi

kita masih kecil
dan nenek sering memberikan kudapan pasar yang enak

ingatkah ketika kecil

kita sering tergopoh-gopoh membawa tas ransel sekolah
Ibu dan Abak tidak membawakannya untuk kita

namun mereka biarkan kita merasai beban berat tas itu
karena ketika besar kita akan membawa sendiri beban kehidupan

ingatkah ketika kita sama-sama berbaju putih abu-abu
walau beda SMA jalan kita tetap mirip jua
wajah kita tetap mirip juga

Ah adikku

kini kita tak lagi di kaki gunung Merapi

kini yang kita bawa tidak lagi tas berat waktu SD
yang kita bawa tugas kuliah seabrek

kini kita sendiri yang pergi beli jajanan
karena nenek sudah berpulang

kini abak dan Ibu tidak di dekat kita
mereka di Bukittinggi
kau di dekat gunung Merapi di pulau Jawa
dan aku dipinggir barat  pulau sumatera
di hadapan Samudera Hindia

kita merantau

mencari bekal
untuk lukis senyum mereka

sering
aku dengar cerita mereka ketika aku berkesempatan pulang dari Padang
kulihat tatapan bangga mereka

berbinar-binar mata mereka ketika bercerita tentang mu
ketika kau jauh di pulau seberang

benar, adikku

kerja kita belum selesai

belum terhapus peluh mereka berdua
belum sempurna senyum mereka

benar, adikku

kerja kita masih panjang
karena cinta kita pada mereka harus dibuktikan dengan kata kerja

maafkan adikku
puisiku terlalu mudah di tebak

begini caraku adikku
untuk bilang aku mencintaimu

Iklan