Tag

, , , , , , , ,

“Atas saran teman teman saya dan dorongan dari adik saya Irsyad dil syukri a.k.a Salimun Abenanza yang bersemangat menyuruh saya menuliskan tulisan. Hari ini cerita perjalan tentang debate ini dibuat.”

-Nurul Huda-
Padang 29 Agustus 2014

Dimulai dengan aku yang sangat cerewet sewaktu kecil,sekarang juga :D. Ketika perjalanan waktu Padang-Bukittinggi, aku menanyakanbanyak hal kepada Ibu. Ibu menjawabnya dengan sabar. “Bu, kenapa airnya keluardari dinding tebing?” Ujarku ketika melewati Silaiang, jalur perjalananPadang-Bukittinggi yang telah ada semenjak penjajahan belanda yang berada diantara bukit-bukit dan ngarai yang berbatu-cadas. Ibu dengan sabar pertanyaakanak perempuan kecilnya yang sangat banyak ingin tahu ini. Aku telah terbiasadengan buku cerita. Bobo, Ina dan Ino adalah salah satu majalah yang aku lahapketika aku kecil. Aku juga membaca beberapa komik seperti doraemon, ninjahatori dan buku bergambar seperti Petruk.

Membaca buku yang isinya tulisan semua adalah hal yangsangat tidak mengenakkan bagiku. Nurul Huda kecil berfikir “Apa rasanya membacatanpa ilustrasi gambar? Pasti tidak mengenakkan” . Perjalanan dilanjutkandengan aku menonton sebuah acara di televisi. Seorang perempuan Indonesiaberbicara dengan bule dengan bahasa Inggris yang lancar. Nurul Huda kecil berfikir “Dia perempuan, orang Indonesia, bisa berbahasa Inggris lancar denganbule. Berarti saya juga bisa”

Berlanjut ke SD. Dengan pemikiran “Orang lain bisa berartisaya juga bisa” saya meneruskan kesukaan berbahasa Inggris saya denganmengikuti salah satu les yang dibuka oleh guru di dekat rumah. tidak lamamemang, itu hanya berlangsung selama kurang lebih 3 bulan.  Aku sangat bersemangat dalam membuat contohkalimat yang disuruh oleh guru. Ketika ada tata bahasa kelimat yang baru atausenetence dan guru menyuruh siswanya membuat contoh, aku telah bersiap untukemncari kalimat yang aneh dan nyentrik agar aku mudah mengingat strukturgrammar yang diberikan.

Alhamdulillah, aku juga mempunya bakat menggambar. Sewaktubalita aku sering mencoretkan pena ibu ke kulitku. ibuku adalah guruketerampilan dan beliau tidak marah ketika coretanku menjalar ke dinding rumah.Ketika TK aku mengikuti lomba mewarnai dan kalah. Ketika aku SD aku ikut lombamenggambar tingkat sumatera barat dan juara 1. Tadaaa,.. tiba-tiba aku ke Jogjakarta untuk mengitkuti lomba tingkat nasional. Dan aku satu-satunyapeserta yang menggunakan cat air. Pesaing yagn lain menggunakan crayon dan adayang menggunakan pensil warna. Pengalaman berkesan adalah seoarng anak Papuayang membuat gambar masjid dengan kubah yagn besar dengan gedung yang jugabesar di hiasi dengan hutan di kiri kanan masjid. Bagiku bertemu muslim denganwarna kulit berbeda adalah sesuatu.

Kembali ke kesukaanku membuat kalimat-kalimat aneh untukmengingat grammar. Aku rasa ini juga dipengaruhi bagian otakku yang sukaberimajinasi. Benar, bagiku kerativitas di komik doraemon telah masuk kealambawah sadar dan menjadikan hal itu sebagai pembenaran ataskemungkinan-kemungkinan yang akan terjadi pada masa depan. Contohnya, agartidak terlambat sampai di padang, diciptakan sebuah katapel raksasa. ‘Batunya’adalah bola kaca yagn berisi 4 orang dan memiliki tempat duduk denganmaterial  logam didalamnya.

Bola kaca ituditelakkan di katapel yang akan a dan dilontarkan ke Padang. Nanti di sana ada statiunnya. Dengan memperhitungkan material ketapel yang mempunyai konstantapegas yang tinggi dan jauh simpangan yang akan dibuat, maka akan terhasilkan energypotensial pegas yang cukup untuk melakukan usaha melakukan perpindahan dariBukittinggi ke Padang.  ( Thanks to a mate of mine, she is an awesome Physics Departmentstudent who explainiingme how the work of pegas 😀 ) Di stasiunya di Padang, ditempatkan sebuah magnet yangnantinya akan menarik bola kaca berlogam itu ketika bola tersebut sudah dekat. Denganmemperhitungkan cuaca maka proses pengkatapelan dari Bukittinggi ke Padang hanya bisa dilakukan saat siang hari dan langit berwarna biru.

Saat melanjutkan ke bangku Madrasa Tsanawiyah, kesukaankuterhadap bahasa inggris makin bertambah. Kegemaranku menggambar design bajujuga merayap menjadi besar. Hingga suatu saat guru MTsN ku memintaku untukmembuatkan design marching band sekolah. MasyaAllah, bukan main senangnya akuketika aku diminta untuk mendesignnya. Semuanya mulai dari pemain percussion,lira, horn, flag, Fil Commander, hingga bentuk bendera yang akan dipakai olehflag. Di MTsN juga, aku mengikuti lomba pidato tingkat bukittinggi. Waktu ituberhadapan dengan SMP, MTsN dan Sekolah swasta favorit. Waktu itu aku mendapatranking 2. yang di kirim ke Padang adalah yang juara 1. masih ingat di kepalakubahwa aku menghafalkan teks pidato bahasa inggris yang akan dilombakan saat akumencuci piring di rumah. Kebiasaan berbicara pegas

bahasa Inggris sendiri sudahkumulai sejak tsanawiyah. Sewaktu lomba aku melihat poster siswa berbawahanabu-abu dan tertera di sana : Lomba debat.
“Debat? wah, pasti susah ni. Keren ya kalau sudah ber rok abu-abu”

Dulu aku adalah penggemar aliran musik pop-rock. Tebakcoba..
ya Linkin Park. Zaman tahun 2003 dan 2004, internet masih sebagai barang baru.Warnet adalah tempat bagi orang-orang ‘penting’ saja. Aku tidak tahu kalau bisamendapatkan lirik lagu dari warnet. Saking sukanya dengan Linkin Park, akumendedikasikan sebuah buku pap uerline isi 40 berwarna hijau untuk mengisikanlirik lagu linkin park. Tak lupa aku menggambarkan gambar cover kasetnya:seorang pemuda menggunakan penutup mulut sedang menyemprotkan cat pilox kelantai, sepertinya ia sedang menggambar. Kelas 3 Tsanawiyah aku membuatnya.ketika ku ceritakan pada temanku, anak laki-laki di kelas mengatakan bahwa “Ah,mana mungkin dia buat gambar itu, pasti abangnya yang membuatkan”

Terserah kata mereka apa, yang jelas sekarang sudah ada bukulirik lagu Linkin park ku. Kemudian, ku ikutilah lirik yang dibacakan olehpenyanyinya. Beberapa di antaranya sangat cepat karena mereka nge-rap. Adalahsebuah prestasi bagiku jika aku bisa mengikuti mereka nge-rap dalam bahasaInggris. Tak lama kemudian muncul rasa ingin tahu “Apa artinya crawling? apa artinya insecure?” Aku cari artinya di kamus, Alhamdulillah waktu itu aku punya kamus tercanggih di zaman itu : Hassan Saddly.

Orang tuaku memberiku budget untuk membeli  1 pasang kamus ini: Indonesia-Inggris dan Inggris-Indonesia. Lirik lagu tersebut bagiku sebuat teka teki dan dengan paham vocabularynya lah aku bisa paham ‘rahasia’ atau pesan di dalam lagu itu. Akhirnya beberapa vocabulary baru kutemukan. Aku adalah orang yang suka membawa beban ke sekolah. Beban dalam artian ‘barang barang material’. Berangkat sekolah itu ibarat pergi berperang, jadi harus lengkap persedian logistik dan dalam perang bahasa Inggris, persdiaan logistic itu adalah 2 buah kamus bahasa inggris Hassan Saddly. Aku memasukknya dalam plastic dan menentengnya ke sekolah. Tidak ada terasa berat, karena aku merasa wajar-wajar saja bawa buku berat-berat karena pas di SD dulu tas ku memang sesak dengan buku. Hingga seorang senior bertanya:

“ Itu yang dibawa Al Quran, Nurul”

“Bukan kak, ini kamus”

“Wah, mau ya bawa berat berat kayak gitu ke sekolah. Kalau kakak sih, berat”

Saat tsanawiyah aku mengikuti sebuah kursus bahasa Inggris di Bukittinggi. Aku senang belajar di sana karena tiap aku pergi les akan ada pelajaran grammar baru yang berarti ide-ide gilaku beraksi. Alhamdulilah, hasil ujian ku di les biasanya A.

Ada sebuah cerita menarik kenapa aku melanjutkan sekolah ke SMA bukannya ke MAN. Sewaktu aku kelas 2, dalam waktu 2 minggu berturut-turut ada ulangan bahasa Inggris dan bahasa Arab. Ketika hasilnya keluar, terbentuk angka yang terbalik. Aku mendapatkan angka 8.3 di bahasa Inggris dan 3.8 di bahasa Arab.Nilai ulangan tertinggi bahasa Arabku adalah 8.0 ketika aku berada di kelas 3. Lalu mantaplah keputusanku untuk melanjutkan ke SMA, bukan ke MAN, karena aku tidak bisa berbahasa Arab. Bagiku orang yang bisa berbahasa Arab adalah orang keren karena bahasa Arab lebih susah.

Cerita belanjut ke Nurul Huda versi SMA. Di SMA, aku sekelas dengan siswa –siswa favorit di bukittinggi. mereka adalah pemenang medali emas biologi tingkat Indonesia, siswa-siswi yang sering mengikuti olimpiade science tingkat kota, provinsi, dan nasional. Bagi mereka menyamkan persamaan kuadrat matematika adalah hal mudah. Mengingat tangan-tangan di kimia adalah mudah. Aku tidak berani banyak bertanya di pelajaran matematika, karena waktu aku bertanya guru berkata “Coba tanyakan ke temannya” . Karena di kepalaku bercokol pemikiran “untuk apa”, dan aku tidak menemukan kegunaan teknis dalam menyelesaikan rumus-rumus dalam matematika. Oleh karena itu aku tidak berselera mengikuti pelajaran berumus-rumus. Ketika bahasa Inggris datang, munculah Nurul Huda yang ‘gila’ itu. Aku, hampir selalu menunjuk tangan ketika di mintai contoh oleh guru. Aku hampir selalu bicara ketika pelajaran bahasa Inggris.TBagiku bahasa Inggris adalah telaga di tengah sahara rumus-rumus IPA. Aku masuk jurusan IPA di SMA namun pas SNMPTN aku mengambil IPS bukan IPC.

Ketika kelas 1 SMA, guru bahasa Inggris memanggilku ke kantor guru. “Nurul mau ikut lomba debat bahasa Inggris?” “Mau Buk” Ujarku dengan antusias. “Lombanya di UNP tingkat provinsi” Berangkatlah aku dengan 2 orang teman se grup dengan guru pembimbing ke UNP. Tahun 2006 peristiwa itu terjadi…


bersambung….

Iklan