Tag

, , , , , ,

Setelah toelf prediction test, saya meeting dengan salah satu mahasiwi di kampus. Biasa, topik yang saya senangi: pemikiran. Percakapan itu belangsung mulai dari kampus dan berlanjut di sebuah kafe dekat kampus. Waktu itu saya memutuskan untuk mentraktir karena Alhamdulillah uang jajan dah dikirim kemarin oleh ortu ke rekening. Pulang dari sana mikir: Kalau untuk di jalan Allah pasti Allah ganti uang jajan itu dengan yang lebih baik. Seeph

Oh ya, ada yang lupa, sebelum toefl test saya bertemu dengan mantan President EDeC (English Debating Community) UNP dan teman-teman. Biasa, saya berbinar binar menceritakan bahwa saya sedang baca bukunya Ridwansyah Yusuf Achmad. Hampir saya meloncat-loncat. Again, I glorify the ideas, guys. Salah satu teman debater  yang suka baca postingan @udayusuf nyeletuk “Hah? Ridwansyah Yusuf Achmad buat  buku ya kak?”
“Iya” ujar saya berkaca-kaca (lebay.com) . Ini adalah reaksi ‘biasa’ ala Nurul Huda ketika jatuh cinta pada buku yang lagi dibaca. It is like unleashing a lion.

Malamnya kena invite oleh Mamak (paman dalam bahasa Minang) ke rumahnya. Itung-itung silaturrahim. Dan uang jajan buat traktir tadi di ganti oleh Allah via my uncle sebesar 20x lipat dari uang yang saya gunakan untuk ntraktir teman tadi 😀

Yeeah… sedekah itu ga bakal buat miskin. 😀

Iklan