Tag

, , , , , , , ,

Di akhir tahun hijriah ini, sebentar lagi zulkaidah, dan akan segera berakhir tahun 1435 H

Harid demi hari berlalu dengan beberapa planning yang tereksekusi, tidak terkesekusi dan belum tereksekusi. Banyak satu-satu persatu  mulai  berangsur: pikir, baca dan paham. Mimpi-mimpi ada yang bergelayutan dan ada yang hampir membumi. Sebentar lagi kiranya.

Di ujung tahun ini, dua pilihan besar dalam hidup menanti. Aku berhenti di persimpangan. Sebuah jalan yang mana pun akan di pilih akan buat perubahan besar dalam hidup. Apakan aku ke Timur atau ke Barat. Pertanyaan tentang cita-cita dan arah angin yang ingin ku ikuti.  Ke Timur, berarti berhenti menatap arah Barat yang lama lama telah lamat-lamat lekat dalam dasar-dasar lobus di otak. Berati berpaling dari sebuah gagasan besar yang selama ini ku rehearsal di dalam kepala. Namun bagiku ke Timur adalah short cut untuk berbongkah-bongkah balasan kebaikan yang selama ini jadi tujuan akhir.

Jika aku ke Barat, maka bongkahan-bongkahan balasan kebaikan itu tertunda, namun gagasan besar di kepala kemungkinan dapat jalan keluarnya. Keduanya adalah kebaikan, tujuan akhirnya pun sama: Surga.

Kadang hembusan angin ke Barat dan hembusan angin ke Timur membuatku bergeming dari pijakan. Mata menyilau melihat teman yang bersiap ke Barat mempersiapkan perkakas dan koper-koper mereka. Namun teman ke Timur datang dengan wajah menentramkan. Perang antara akal dan nurani terjadi hingga pekikan tangis pecah. Akan ada beberapa keping dari ku yang akan bertukar jika ku ikuti angin ke Timur. Sementara kebebasan melambai-lambai di Barat, menjanjikan kesenangan. Dan di Timur, ada sebuah ketenangan yang bersedia menjadi status quo menatapku tajam.

Lalu ku pilih diam, dan terbang sementara ke ketingian 6000 meter dari permukaan laut. Tempat tidak ada proses terjadinya cuaca. Tidak ada halilintar, tidak ada awan, tidak ada badai. Ya, tenang sekali di sini. Di atasku hanya ada langit luas lapang dan biru. Dengan berbekalkan oksigen yang ku kumpulkan tadi di pegunungan, aku atur nafas dan mulai merenung.

Barat atau Timurkah?

. . .

Jawaban yang menenangkan itu sepertinya ke Timur
yup, nanti di tanya ke Yang Punya Langit,
dengan istikharah 😀

Iklan