Some time question appears, ‘Who is going to be my one” in many humans head.

we are asking, who? who? is it her, is it him?
who?

then I see this poem in a blog, and I think this is worth to read.
Happy reading poem, guys 😀

——–

Ajari aku menggunakan pena , akan ku tulis gemercik air, udara dingin, kabut senja, sampai daun gugur….

Ada di Langit

Aku tinggal di bumi,

Tapi carilah aku di langit

Sebab aku tertahan diantara bintang-bintang…

Kau jemput aku dengan doa-doa setelah sholatmu

Kau tengadahkan tanganmu dan bersujud berdoalah untuk memintaku

Aku tertahan…

Dan garis batas yang membentang diantara kita selebar langit dan bumi

Aku tinggal di bumi,

Tapi carilah aku di langit

Di sepertiga malammu saat Tuhan turun ke langit bumi

Mintalah aku yang berada di genggaman tanganNya…

Percuma mencariku di bumi, sebab kunci itu ada di langit

Kunci yang akan menghapus garis batas diantara kita

Mengubah garis yang tadinya neraka,

menjadi surga…

Aku berada di tempat yang tidak bisa kau temui di bumi

Tapi kau bisa menemuiku di langit

Meski bukan wujud kita yang bertemu, melainkan doa-doa kita yang menggetarkan singgasanaNya…

Temukan aku di langit, di dalam doa-doa panjangmu, di dalam harapanmu

Meski kita tidak saling tahu nama, tidak saling tahu rupa

Jemputlah aku di langit

Sebab aku tahu kau mengenalku bukan karena ada nama dan rupa…

Doa kita telah bertemu sebelum fisik kita

Mudah bagiNya membuat kita kemudian bertemu

Tidak hanya bertemu, namun juga disatukan sebagaimana doa-doa yang sebelumnya telah kita panjatkan

Pertemuan kita yang pertama berada di langit kan?

Sekarang kau tahu mengapa aku memintamu mencariku di langit

—————-
I do not own this poem
for the complete poem you can visit https://www.youtube.com/watch?v=CKcy0QoETOg

Iklan