Tag

, , , , , , , ,

Mungkin pernah terpikir: manusia ada 6 milliar, dan itu banyak sekali. Dan saya hanya satu di antara sekian. Seperti satu butir pasir di sebuah pantai mungkin ya?

Lalu apalah artinya saya, hanya seorang manusia.Banyak manusia lain yg lebih pintar, lebih penting dan lebih kuat posisinya untuk berbuat baik. “Kalau aku mah apa..”

Mahasiswa atau karyawan biasa di tempat biasa dengan kehidupan yang biasa-biasa saja.

Ga usalah terlalu mendekat pada Allah, toh saya hanya orang biasa dg pangsa dakwah orang-orang biasa saja…

Nah, ini gimana?
Ga usah shaleh-shaleh amat, toh Allah banyak yg musti Allah perhatikan yg lain: 6 milliar kurang 1 orang.

Tunggu, benar ga sih Allah ga care? dalam Al Quran dikatakan bahwa Allah mengirim ke manusia malaikat penjaga. Ada yang jagain manusia. Katanya salah satunya dia yg jagain kita pas tidur sehingga ga jatuh dari tempat tidur. Dan itu berarti Allah care sama manusia: dikasih malaikat penjaga.

Tiap manusia diciptakan oleh Allah dengan skillnya masing-masing dan pembawaan karakter masing-masing. Each of us are unique. Nah, dengan diciptakan unique dan tak ada duanya dalam sejarah, maka itu bisa dilihat bahwa Allah care dengan kita. Allah ciptakankan saya, satu satunya di dalam sejarah manusia dan ga ada yang sama dengan saya.

Allah mengajak setiap manusia untuk ke surga. Yes, to each indivdual. Perhatikan bagaimana Allah buat settingan di keluarga, kampus, tempat kerja, bestfriend dll. Mungkin ga ideal tapi jika ditelusuri bisa ditemukan konklusi ” Pas banget dah kondisi lingkungan gw. Ini emang ‘maksa’ gw buat berubah. Wew..” Yoi, karena berubah itu berarti pindah dari satu titik dan ke titik yang lain dan kata anak fisika itu butuh gaya (force) dan itu butuh energi dan energi itu kerja dan kerja itu ga mengenakkan bagi mereka yang biasanya malas. #eh?

Apapun kondisinya sekarang, Allah telah menbuat settingan film bagi kita untuk melakukan perubahan sesuai skill dan karakter kepribadian kita. Kalau kata Nouman Ali Khan ” there are limitation in lifes. You wont get more happiness unless what Allah has prepare for you, and you wont get test in unlimited amount. You wont get test beyond what has been set for you. There is the limit of happy and sad you have.”

Dan Allah memberikan saya dan kamu kesenangan dan kesusahan sebagai ujian. Ujian itu diadakan untuk menaikan keimanan. Iman naik biar kalau meninggal masuk surga. Bukti Allah care adalah, Allah sudah prepare bermacam ujian untuk masing-masing invidu dan itu agar individu itu masuk surga. Dan kerennya, ga ada yang ujiannya persis sama. So, Allah care on each individual of us.

Trus, gimana dengan hidup saya yang biasa-biasa saja dan pangsa dakwah yang biasa-biasa saja?

Hidup di dunia ini cuma senda gurau. Dan yang kekal adalah di akhirat. Kalaupun yang terlihat adalah lahan dakwah yang biasa-biasa saja, maka, ya lanjut.. Intinya kan dakwah. Kita ga tahu objek dakwah yang mana yang akan memberatkan timbangan amal kebaikan di akhirat. Yang salah adalah bukan berdakwah ke orang biasa atau artis atau kaum birokrat atau kaum intelektual. Yang salah itu adalah kalau kita ga berdakwah 😁

kalau merasa diri biasa-biasa saja sih boleh-boleh saja.Namun menilik dalam Al Quran “Kamu adalah kaum terbaik yang diciptakan untuk manusia“, maka sejatinya muslim ga boleh merasa dirinya “biasa-biasa” aja. Terbaik ding!

Eits, ini bukan klaim sepihak tanpa pembuktian. Nah, biar ga berasa biasa-biasa aja, galilah potensi diri dan kenali karakter hingga bisa difungsikan sebagai alat untuk menjadi genarasi terbaik bagi umat manusia.

Allah care sama kita. Allah ga tinggalkan kita sendirian tanpa petunjuk untuk hidup sebagai manusia dan hidup di antara manusia. Allah tinggalkan dan jaga untuk kita Al Quran. Kitab yang ayat awalnya adalah perintah untuk menbaca. Allah kirimkan nabi dari golongan manusia untuk kita sebagai prototype yang bisa di contoh. Dan kalau kata Fethullah Gulen, Allah berikan kita buku – segala sesuatu di alam semesta mulai dari daun, gravitasi, bahasa, psikologi, besi, laut, uranium- sebagai buku untuk kita baca. Semakin banyak kita membaca semakin banyak ilmu semakin banyak kemudahan dalam kehidupan.

orang berilmu hidupnya lebih mudah daripada yang tidak berilmu.

(loh jadi kemana-mana, hehe)

intinya: Allah care sama kita, dg menyuruh kita membaca dan menciptakan bahan bacaan yang disebut alam semesta sehingga hidup kita jadi mudah dan bermanfaat bagi sesama dan kalau ikhlas bisa masuk surga dan terhindar dari panggangan api neraka 😊

Nurul Huda
Bukittinggi

17 Februari 2015

Iklan