Nama saya adalah Habits, dan saya selalu mendampingin Anda. Saya adalah pelayan Anda yang paling rajin, atau beban Anda yang paling berat. Saya akan mendorong Anda maju, atau menarik Anda ke dalam jurang kegagalan.

Saya adalah pelayan bagi semua orang hebat; dan apa boleh buat, juga bagi orang-orang gagal. Mereka yang gagal dan saya yang membuat mereka gagal

Saya punya kekuatan yang tidak bisa dibayangkan kecuali oleh orang-orang yang layak. Sayangnya kekuatan saya tidak hanya bisa membangun Anda namun juga bisa menjatuhkan Anda.

Saya bukan mesin, sekalipuns aya bekerja seperti presisi sebuah mesin ditambah kecerdasan manusia.

Anda mau mendayagunakan saya dan mendapatkan keuntungan, atau memanfaatkan saya untuk kehancuran maka hal itu tidak ada bedanya bagi saya.

Perhatikan saya, latih saya, tegaslah terhadap saya, dan saya akan meletakan dunia dibawah kaki Anda. Anggap enteng saya dan saya akan menghancurkan Anda. Saya sepenuhnya ada dalam kendali Anda.

Lebih dari 90% dari apa yang Anda lakukan mungkin akan Anda serahkan terhadap saya. Tunjukkan bagaimana tepatnya Anda ingin sesuatu dikerjakan, dan setelah beberapa pengulangan , saya akan melakukannya secara otomatis.

Felix Y Siauw hal 35-36

Habit adalah kebiasaan yang dilakukan tanpa harus berpikir dan ia dikerjakan secara terus menerus.  Disadari atau tidak kita mempunyai habit di masing-masing kita. Mulai dari cara menjalani hidup sehari-hari. Makan telur rebus: kita akan memakan dengan cara memotong yang sama, dan memakannya dengan urutan yang sama. Ada yang memakan putihnya dulu, ada yang memakan kuningnya dulu, ada yang bersamaan. Atau ketika mandi. Kita akan memulai menyabuni badan dimulai dari tempat yang sama.

Habit bisa dibentuk, dan tanpa dibentuk pun habit itu akan ada. COntoh habit yang dibentuk adalah bela diri. Para ahli bela diri perlu berlatih dan melakukan gerakan-gerakan yang sama berulang ulang hingga gerakan itu menjadi reflek bagi mereka.

Habit yang ada tanpa dibentuk pun juga bisa muncul. Contohnya para pesimus (orang-orang pesimis). Mereka mempunyai habbit menunda-nunda dan tidak mau mengambil resiko dan akhirnya hidupnya biasa-biasa saja. Karena memilih untuk membiarkan habit terbentuk ‘apa adanya’. Sehingga menjadi ‘tidak ada apa-apanya’. “If you choose not to plan flower on your garden, then weeds will grow without encouragement or support”

Jika kita memilih untuk tidak menanam habit yang baik maka secara otomatis, habit yang buruk akan berkembang . Sedangkan manusia adalah kumpulan dari habit-habitnya. Habit itu dimulai dari kumpulan pikiran-pikiran, tindakan, dan tindakan dilakukan berulang-ulang, lalu menjadi kepribadian.

“Si X yang mana ya?”
“Si X yang suka nyolong sandal”

atau

“So H yang mana ya?
“Si H yang rajin datang tepat waktu”

kita dikenal dari kebiasaan kita.

Kembali tentang pesimus. Berbeda dengan pesimus yang menyalahkan kesalahan , para optimus belajar dari kesalahan. Karena hal itu para pesimus  jadinya tidak pernah belajar karena mereka banyak alasan.

– – –

Habit itu diawali dengan repetisi dan pratik yang berulang. Jika ingin membuat sebuah habit baru maka hal ini patut dipahami.

bagaimana cara membuat habit baru?

1. Paham urgensi habit baru ini. Kita tahu ‘Why’ nya.  Kita tahu tujuannya. Be visioner! Rasulullah  saw adalah orang yang visioner.

  1. Mulai dari yang kecil. Misal “Saya akan membaca buku 10 lembar per hari”

3.Tentukan ‘tempat’nya. Misalakan setelah subuh. “Saya akan baca buku 10 lembar setiap setelah subuh”.

  1. Berlatih terus setiap hari. Ingat: no pain, no gain. Dan itu tidak hanya membutuhkan repetisi namun komitmen. Pemain IP Man, Donnie Yen perlu 25 tahun untuk bisa beraksi seperti didalam film itu.

Tidak ada proses instan dalam membentuk habit. Intinya ini adalah tentang repetisi dan it will take times.

Ada 3 milestone untuk itu menurut para pakar:

Milestone pertama terletak pada 1×30 hari pertama. Habit baru mulai terbentuk namun ini masih rapuh dan keinginan untuk kembali pada habits lama masih lebih besar daripada melanjutkan habit baru.

Milestone kedua ada pada 3×30 hari setelahnya. Habit baru yang akan dibentuk lebih kuat dan keinginan untuk melanjutkan habit batu akan sama kuatnya sebagaimana kita ingin kembali pada habits yang lama.
Milestone ketiga adalah  10x 30 hari setelahnya. InsyaAllah habit yang kita bentuk telah solid dan enjadi program yang hampir permanen, otmatis terjadi pada diri kita seperti gerak refleks.

Action adalah pembeda antara khayalan dan impian. So, take action guys!

Dalam pembetukan habits, kita tidak mengharapkan kurva linear disitu. Namun pembentukan habit mungkin sama seperti deret fibonacci Ia seperti deret fibonaci. 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, dst
– – –
Semua orang memiliki keterbatasan dan masalah masing-masing. Semua orang bisa saja mencari alasan untuk gagal, sama seperti dia mencari alasan untuk berhasil. Semua pilihan kita.

Apakah kita akan mendaftarkan alasan kenapa kita akan gagal atau kita boleh mendaftar ‘bagaimana agar kita dapat berhasil’


Musuh dalam pembuatan habbit: #sekalinisaja, #ini yang terakhir deh..  Excuses adalah musuh terbesar dalam membuat habit yang baik. padahal Allah telah mengatakan di Al Quran “Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. ” QS Al Baqarah ayat 286.

Iklan