Tag

, , , , ,

Well, pagi ini bangun dengan ayat “kullu nafsin dzaikatul maut” berulang ulang di kepala. “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati”. Honestly speaking, sopntak hal itu membuat saya beristigfar. Ini kali pertamanya saya bangun dengan keadaan seperti itu.

Kemudian, tercenung.. Mulai memikirkan apa yang hendak saya lakukan selanjutnya. Alhamdulillah, lagi ramadan makanya tahajuddnya intentsitasnya jauh di atas bulan-bulan lalu , maka saya putuskan untuk tahajjud. hehehe #salahfokus

Selesai mengucapkan istigfar dan kemudian meminta beberapa permintaan pada Allah, saya duduk merenung. Sebuah mimpi dalam beberapa tahun ini kembali mencuat: Membuat brand fashion muslimah yang nanti buka outlet sampai UK.

Atas dasar bahwa bakat akan dipertanggung jawabkan di akhirat, saya mulai khawatir dengan kondisi saya saat ini. Well, kondisi saya bukanlah kondisi menggenaskan atau depresi, no no no. Kondisi sekarang sedang menjalani rutinitas sebagai ibu rumah tangga yang lagi hamil 7 bulan. Suami memberi kemerdekaan seluas-luasnya untuk melakukan atau tidak melakukan pekerjaan yang saya senangi. Tidak ada paksaan. #ciee

Terbuai dengan liberty yang diberi, alih-alih melakukan banyak hal, saya berakhir duduk di depan TV nonton national geographic, jammie super food atau sesekali melihat tayang life channel Makkah. Not productive at all. Sedang produktifitas seseorang itu dilihat dari jumlah karya persatuan masa hidupnya.

Pagi-pagi setelah curhat tentang bisnis dengan salah satu kakak senior di kampus owner SheDia Chips saya dapat message fb dari penulis “Kamu itu subhanallah”.  Beliau mengirimkan file lagu “Kamu itu subhanallah”. Saya adalah 1 dari 10 orang indonesia  yang dapat lagu itu sebelum lagu itu dirilis. ” siang ini akan di lauching di islamictunes malaysia” Ujar Nova Eka Putri di dalam message fbnya kepada saya.

Ck ck ck, senior dan junior yang membuat iri. Ini bukan tentang kemampuan mandiri secara materi semata bro, ini tentang semangat dan kesungguhan mereka dalam berbuat dan berkarya. Berkaca dari perjuangan mereka, saya jadi sungguh sangat malu. Menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak begitu penting dan menjadi semacam “coach potato” pada waktu-waktu tertentu, sungguh memubazirkan usia.

Aaaaa…

Dan saatnya memutukan untuk apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Berdagang atau menulis?

Sejauh ini jawabannya menulis. Sedang menunggu balasan whatsapp dari murabbi di Padang.

Nurul Huda

30:6:2016
Balikpapan

Iklan