Contemplate

It takes huge reason to do a very difficult thing in your life. And I chose  the reason is heaven ☺

Nurul with her betterment. it starts from what within my mind and m when I win the war inside, I’ll do something good as I never imagine I could overcome. insyaAllah.

Anyway, I am just realized that my type of MBTI test is ENTP 😁

Ramadan 1438  is about to come

I don’t want to be the best, but I want to be better. I got the that from Norman Ali Khan video. The meaning of Ahsanu in “Man Ahsanu ‘amala” in surah Al Mulk is “better”

We will be “torturing” ourselves f by thinking that “I have to be the best me”. And when we fail to be one, it will end up with ” Okay, I can never be good”. Anyway,  sometimes our standard of good is dictated by people around us. Which we will never be able to satisfy every individual. It will only lead us thinking that we are nothing. And live our life in nothingness. As long as we make sure that we do not take somebody else rights, will be OK.

Well, actually those two paragraphs above are inspired by Naked videos.

Yap, Ramadan is about to come. I know I am not perfect and have so many flow. Yet, I know Allah’s mercy is abundant. I don’t need to be the best, because by being the best means no more improvement and surely there will be massive regret and reluctant to do good again if I fail once. I dont need to do something as people standard. I will make my own. Bismillah.. 
Balikpapan 26th of May 2017

Me time

Hi, it’s been around 8 months I haven’t written anything here. Hehehe, I’m sorry. Well, now I have become a mother of a baby boy 🙂

Talking being a mom, it’s somethow difficult to explain. Some says that being a full-time mom is easy. Really? Let break the responsibility for chores. Being a mom means you have responsibility to take care of at least 3 people: your baby, your husband and your self. 

Sometimes, for me, I forgot to do one thing, is to have a me time for my self. You know what? Me time for me is not hanging out to a coffee shop and sit for hours, but it can be sitting with books and drink coffee of fresh water. It can also by drawing things. Others are drawing or setting planning for next months or years. It is relaxing and help my brain to have some muscle 🙂

Seeing or observing pictures in Instagram or reading status in Facebook is sometimes borring. I mean, sometime I need to write in place which is more private, like a blog. Only those who have intention to read will read 🙂

Well, thanks for reading 🙂

ibrah hari ini: bersyukur

Saya : “Waduh.. Bentar lagi umurku 27, kalau hitungan Qamariyah, 27 Sya’ban besok umurku 28. Aaaaa.. Bentar lagi 30 berarti. Aku makin tua..”

Suami: “Mustinya kamu bersyukur. Umur 27 sudah menikah. Dan sudah punya anak pula 1 orang”

Saya : “Iya, benar juga ya..”

Percakapan hari ini yang mengajar kan saya untuk bersyukur atas apa yang Allah beri.
#bersyukur #suami #istri

Menulis, mungkin itu yang harus ku lakukan

Tag

, , , , ,

Well, pagi ini bangun dengan ayat “kullu nafsin dzaikatul maut” berulang ulang di kepala. “Setiap yang bernyawa akan merasakan mati”. Honestly speaking, sopntak hal itu membuat saya beristigfar. Ini kali pertamanya saya bangun dengan keadaan seperti itu.

Kemudian, tercenung.. Mulai memikirkan apa yang hendak saya lakukan selanjutnya. Alhamdulillah, lagi ramadan makanya tahajuddnya intentsitasnya jauh di atas bulan-bulan lalu , maka saya putuskan untuk tahajjud. hehehe #salahfokus

Selesai mengucapkan istigfar dan kemudian meminta beberapa permintaan pada Allah, saya duduk merenung. Sebuah mimpi dalam beberapa tahun ini kembali mencuat: Membuat brand fashion muslimah yang nanti buka outlet sampai UK.

Atas dasar bahwa bakat akan dipertanggung jawabkan di akhirat, saya mulai khawatir dengan kondisi saya saat ini. Well, kondisi saya bukanlah kondisi menggenaskan atau depresi, no no no. Kondisi sekarang sedang menjalani rutinitas sebagai ibu rumah tangga yang lagi hamil 7 bulan. Suami memberi kemerdekaan seluas-luasnya untuk melakukan atau tidak melakukan pekerjaan yang saya senangi. Tidak ada paksaan. #ciee

Terbuai dengan liberty yang diberi, alih-alih melakukan banyak hal, saya berakhir duduk di depan TV nonton national geographic, jammie super food atau sesekali melihat tayang life channel Makkah. Not productive at all. Sedang produktifitas seseorang itu dilihat dari jumlah karya persatuan masa hidupnya.

Pagi-pagi setelah curhat tentang bisnis dengan salah satu kakak senior di kampus owner SheDia Chips saya dapat message fb dari penulis “Kamu itu subhanallah”.  Beliau mengirimkan file lagu “Kamu itu subhanallah”. Saya adalah 1 dari 10 orang indonesia  yang dapat lagu itu sebelum lagu itu dirilis. ” siang ini akan di lauching di islamictunes malaysia” Ujar Nova Eka Putri di dalam message fbnya kepada saya.

Ck ck ck, senior dan junior yang membuat iri. Ini bukan tentang kemampuan mandiri secara materi semata bro, ini tentang semangat dan kesungguhan mereka dalam berbuat dan berkarya. Berkaca dari perjuangan mereka, saya jadi sungguh sangat malu. Menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak begitu penting dan menjadi semacam “coach potato” pada waktu-waktu tertentu, sungguh memubazirkan usia.

Aaaaa…

Dan saatnya memutukan untuk apa yang akan saya lakukan selanjutnya. Berdagang atau menulis?

Sejauh ini jawabannya menulis. Sedang menunggu balasan whatsapp dari murabbi di Padang.

Nurul Huda

30:6:2016
Balikpapan

Cerita lucu setelah menikah (part 1)

Tag

, , , ,

Setelah menikah, ada banyak hal yang terjadi.  Salah satunya adalah miskomunikasi.  Hal ini tidak serta merta berujung pertikaian namun bisa berujung di ruang klinik dokter. Hehehe…

Suatu hari sekitar 2 bulan setelah menikah, saya mendengar suami  berkata “Wow, cepatnya air gallon habis..” ujarnya ketika melihat air gallon yang cepat habis.  Saya adalah seorang peminum, peminum air putih. I drink a lot lah pokoknya. Mendengar perkataan suami, saya menjadi segan tidak dan berkata dalam hati “Aduh, aku minum terlalu banyak ya?”

Beberapa hari berlalu, dengan saya yang tentunya menyedikitkan minum air putih. Suami tidak tahu, disamping beliau memang minum sedikit, tidak sebanyak saya. Hari berganti hari, tenggorokan saya terasa sakit. Awalnya saya kira amandel, setelah dilihat di cermin, ternyata beda. Ada benjolan-benjolan kecil pucat disertai pembuluh darah di tenggorokan yang memerah. Perih!

Suami cemas. Kemudian kami ke dokter. Kata dokter saya terkena radang tenggorokan dan disarankan untuk banyak mengkonsumsi air putih dan tidak jajan sembarangan. Setelah beberapa  minggu kemudian, barulah saya sadar kenapa saya sakit. Karena sedikit minum air.

Ketika menceritakan hal ini suami saya kaget “Jadi kamu sedikit minum air karena saya bilang itu waktu itu?” “Iya” jawabku nyengir. “Saya segan, Aniki” tambahku. “Hahaha” suami saya tertawa lalu menjelaskan bahwa saat itu dia cuma memberitahu fakta air gallon cepat habis tanpa ada niat melarang saya minum air putih  banyak-banyak.

Nah, itu dia masalahnya, kadang saya susah membedakan mana yang serius, mana becanda, mana hal yang biasa dan wajar-wajar. Hahaha, maka saran untuk para istri, yang baru menikah yang orangnya mungkin terkadang agak lugu, bertanyalah. Malu menkonfirmasi sesuatu bisa mengakibatkan kamu berakhir di ruang prakter dokter.

Wkwkwk

 

Nurul Huda
3:6:2016
Balikpapan

Mau kemana semua ini? (artikel tujuan hidup)

Tag

, , , , , , , , , ,

Mencari tujuan hidup (artikel)

Banyak yang bertanya hidupnya mau ngapain. Apakah jalan yang di ambil sudah benar atau belum. Sebenarnya hidup itu untuk mengikuti teori psikologi, science, atau sosiologi? Well, pertanyaan yang sebenarnya mendesak untuk di jawab. Belum lagi rasa rendah diri “Sepertinya saya salah selalu. Ah, saya selalu salah”

Pada sebagian orang, hidup itu dijalani aja, ga perlu pakai teori-teori. Nanti juga bisa. Pada sebagian orang lainnya, perlu waktu dari SMP hingga kuliah untuk paham arti perbedaan dan mempunyai kemampuan menghargai perbedaan tanpa menyudutkan orang yang berbeda dengannya.

Jadi mau kemana semua ini? Mari kita bahas satu-satu.

Hidup itu mau ngapain. Ya, mengetahui kita hidup untuk apa adalah kesuksesan besar. Kenapa? Karena itu berarti kita telah sukses menggapai setengah langkah besar dalam hidup. Sisanya setengah lagi adalah menjalaninya. Pertanyaannya adalah kapan seharusnya pertanyaan ini dijawab.

Jawaban ini perlu pertanyaan, proses mencari jawaban dan akhirnya menemukan jawaban. Namun semakin lama proses ini dimulai, semakin banyak bakat kita yang terbuang. Pernahkan kamu bertemu orang berumur 40 tahun dan masih tidak tahu tujuan hidupnya untuk apa? Itu adalah karena jawaban ini tidak dicari tahu sejak kecil. Semakin cepat jawaban ini ditemukan semakin baik. Maka akan semakin terarah kehidupan sesorang itu. Kerugian waktu materi dan moril bisa dikurangi, dan produktivitas seseorang itu bisa di mulai dengan gencarnya sejak sangat muda.

Pertanyaan selanjutnya, (kenapa penulis ini sering sekali nulis kata “pertanyaan”. Karena hidup itu penuh tanda tanya bro 😀 hehehe) Bagaimana caranya untuk tahu tujuan hidup itu apa? Lewat teori atau lewat buku atau bagaimana? Bisa lewat kitab suci atau bisa lewat analisis psikologi atau hasil wawancara pada orang sekitar. Sebagai Muslim, telah ditentukan tujuan hidup manusia sebenarnya  adalah untuk beribadah pada Allah “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada Ku.” Adz-Dzariyat ayat 56

 

Apa tujuan hidup itu hanya untuk shalat dan puasa serta naik haji saja? Dalam islam ada hablum minallah dan hamblum minannas. Tidak tentang shalat saja tapi juga bagaimana berakhlak pada orang lain.

Nabi Muhammad menontohkan bagaimana shalat, bagaimana berakhlak pada teman, orang tua, tetangga bahkan musuh sekalipun. Bagaimana bersosialisasi dan berkomunikasi yang baik sesama manusia. Eit, tidak hanya bagaimana berlaku baik pada manusia, juga pada binatang lho.

Ketika pelaksanaan qurban di hari raya Idul Adha Rasulullah menyuruh kita untuk tidak boleh membiarkan hewan yang akan disemblih melihat hewan lain yang sedang disemblih “Karena yang menyembelih dan di sembelih sama-sama mempunyai perasaan”, begitu beliau bersabda. Dan, jika dikatakan bahwa peristiwa Idul Adha adalah pembantaian yang tidak berperi kebinatangan rasanya agak kurang masuk akal.

Berdasarkan ahsil peneliatian dokter ahli hewan di jerman proses pembantaian hewan ala Islam tidak membuat hewan merasa tersakiti. Bagaimana mungkin? Karena di semblih menggunakan pisau yang tajam, dan memutuskan  pembuluh vena dan arteri di leher  yang kemudian ketika di cek otak si sapi yang di sembelih berada pada kondisi sama dengan kondisi tertidur. Belum lagi chip yang dipasangkan di jantung si sapi memperlihatkan bahwa darah si sapi dipompa dengan cepat dan itu berarti daging sapi yang disemblih ala islam adalah daging sapi yang sehat karena darahnya keluar dari daging, sehingga meminimlisir pertumbuhan bakteri yang membawa penyakit.

Penyembelihan versi konvensional dengan metode stunning –mempingsankan- si sapi menyebabkan kondisi sebaliknya. Sapi merasa sangat kesakitan , terlihat dari chip yang dipasangkan si dokter hewan di otak. Saking sakitnya, jantungnya hampir tidak bisa memompa darah keluar. Akhirnya, hasil daging sapi yang dihasilkan kurang sehat karena masih banyak darah yang tersisa di daging.

Sorry, saya jadi kemana-mana. Hehehe..
Kembali ke bahasan awal. Jika sudah tahu hidup kita adalah untuk beribadah pada Allah yang itu berarti beribadah pada Nya dan mengikuti perintahNya untuk berakhlak baik pada manusia dan binatang serta menjaga alam. Berbicara tentang menjaga alam . (teman-teman cek surat Ar Rum ayat 41 dan cari tafsirnya ya.. nanti tulisan saya kepanjangan :D)

Okay kita diciptakan untuk tujuan sama untuk beribadah padaNya . Saatnya berlanjut ke analisis selanjutnya: bagaimama mencapai tujuan yang sama sedangkan banyak manusia mempunyai karakter berbeda ? Atau jangan jangan kita harus berkarakter sama untuk mencapai tujuan yang sama. Jika iya berarti di dunia ini hanya ada karakter yang benar. Misalkan pendiam, demen baca buku, dan dan kalau jalan sukanya menunduk. Apakah seperti itu? Dan semuanya harus berpakaian dengan warna yang sama semisal hitam saja atau pink saja. Jadi bagaiama ini sebenarnya?

Hehehe, ada jawabannya Al baqarah ayat 183 “Dan siapakah yang lebih baik shibghahnya daripada Allah?” Al baqarah ayat 183. Sibghah atau celupan. Maksudnya begini. Coba teman teman ambil satu gelas berisi cat air berwarna putih. Lalu celupkan secarik kain berwarna merah. Lalu cokelat atau hitam. Perhatikan apa yang terjadi pada kain yang berbeda warna tersebut. Apakah kain merah itu berubah menjadi hijau? Tentu tidak. Kain itu tetap berwarna merah hanya bedanya warnanya menjadi merah keputih-putihan. Kain cokelat dan hitam tidak berubah menjadi biru langit atau kuning. Tetap dengan warna yang sama namun agak keputih-putihan.

Nah, itu dia islam tidak membuat kita berubah warna menjadi warna lain. Islam hanya mewarnai karakter kita. Membingkainya agar sejalan dengan tujuan hidup.

Sahabat Rasulullah saja punya karakter yang berbeda. Ada yang garang dan mantan preman macam Umar Bin Khattab. Bijaksana dan teguh hati seperti Abu Bakar. Sangat pemalu seperti Utsman bin Affan yang kalau mau mandi itu adalah di rumah, di dalam kamar, yang di dalam kamar ada ruangan khiusu untun mandi pakai tirai dan kemudian mandi di bath tub dan itu pun ia masih pakai kain di atasnya dan mandi dalam keadaan membungkuk.

Belum lagi saking pemalunya ia, ia malu kalau ia berkelimpahan harta di Makkah sedangkan ada panceklik di Madinah sehingga ia mengirimkan 1000 onta lengkap dengan muatan bahan makanan di sisi kanan kiri kanan yang kalau dirupiahkan sekarang kalau tidak salah setara dengan 100 juta rupiah per unta. Pemalu kan? Belum lagi yang melankolis seperti Bilal bin Rabah, atau koleris seperti Abdurrahman bin Auf si saudagar kaya…

Beda beda karakter tapi semuanya berbuat yang terbaik untuk beribadah pada Allah 😀

Pertanyaan selanjutnya, tentang bagaimana agar tahu warna kita apa? Jawabannya adalah dengan melihat bagaimana kita berinteraksi dengan orang sekitar dan bagaimana komen orang-orang terdekat tentang kita. Kita bisa mewawancara Ibu, adik atau sahabat kita, guru-guru juga bisa. disana ketahuan apakah kita pendiam, periang, atau psikopat . heheh,.. #peace

Kalau cara yang lebih saintifik, bisa cek pakai MBTI test. Tes ini untuk menemukan karakter kita sebenarnya seperti apa. Teman teman bisa cek di  www.16personalities.com atau versi indonesianya juga udah keluar. Silakan googling 😀

MBTI test manurut saya lebih komplek daripada pembagian pragmatic, melankolis, sanguinis dan koleris sehingga bisa memudahkan kita untuk mengidentifikasi karakter.

Dalam MBTI test juga disebutkan keahlian yang biasanya dimilik oleh pemilik karakter tertentu. Misalkan, ESTJ biasanya ahli di bidang akuntansi atau ENFP ahli di bidang seni dan pendidikan. Disana juga disebutkan pekerjaan-pekerjaan yang cocok untuk ke 16 macam karakter.Jadi, nanti tinggal dicocokkan saja dengan karakter kamu dan pekerjaan apa yang cocok untuk kamu.

Selain mengetahuinya dengan MBTI test, kita bisa mengetahuinya dengan mendeteksi apa bakat yang kita punya. Kata Mario Teguh“Bakat Anda adalah sesuatu yang Anda kerjakan dan Anda merasa detik jarum jam berhenti ketika Anda melakukannya” Nah, itu dia 😀

Meng-Kepo-in ortu dan orang tua serta melihat sejarah hidup kamu sejak kecil juga bisa menjadi salah satu cara untuk melihat bakat yang kamu punya.

Oke, hal itu bisa untuk mendeteksi bakat yang kita telah punya. Hambar dong hidup kalau kita sudah tahu “semua peta hidup”? ga juga.. Kata Nouman Ali Khan, untuk tahu secara pasti kita ahlinya di mana, maka lakukan banyak hal. Lakukan banyak pekerjaan. Nouman Ali Khan ini siapa ya? Ehem, dia adalah Salim A FIllah atau Felix Siaw nya anak-anak muda Amerika Serikat.

Nouman mengkritik anak muda yang terlalu banyak berkonsultasi kepada banyak orang dan namun kemudian akhirnya bingung karena setiap 100 orang akan memberikan 100 buah saran yang berbeda dan akhirnya si pemuda yang bertanya memutuskan untuk akhirnya tidak melakukan apa-apa sehingga menjadi tidak ada apa-apanya.

Jeng!!! Ini salah satu anak muda yang kurang benar, kenapa? karena ia sudah kepo sana sini tapi tidak mau mengambil langkah pasti. Ask only no action. Nanya-nanya aja, tapi tidak melakukan sesuatu..

Agar kehambaran hidup itu dihindari maka cobalah banyak hal, Tapi jangan lama-lama, setelah mencoba banyak pekerjaan yang disukai maupun yang dibenci, maka kita akan mendapatkan dan mendeteksi kelebihan dan kekurangan kita dimana. Lalu bisa dijadikan MBTI test tadi sebagai salah satu acuan, meski tetap saja yang buat MBTI test itu adalah manusia dan itu belum sempurna. Namun, untuk saat ini, menurut hemat saya test tersebut adalah salah satu yang bisa diperhitungkan.

Sedikit menambahkan, kata Rhenal Kasali, seorang  driver yang baik itu adalah mereka yang tahu apa yang mereka punya, tahu kemana tujuan, awas ketika mengemudikan kehidupan, dan tahu bagaimana mencapai tujuan dengan cepat tepat. Anak muda yang bertipe driver bukan passanger adalah anak muda yang bisa memimpin. Dia bisa memimpin dirinya dan tidak membeo.

Mereka mengambil resiko yang terukur untuk meningkatkan produktivitas dan mencapai tujuan. Mereka yang driver adalah mereka yang melek terhadap apa yang terjadi di dunia dan mampu melihat peluang kesuksesan. Bukan passanger yang kerjanya hanya duduk dan tidak tahu kemana arah jalan dan peta. Bahkan dalam kehidupan, para passenger bisa tiduran namun driver musti tetap terjaga. Eaaa…

Jadi bagaimana? Yang mana yang harus di ikuti? selama itu membuat kamu cukup nyaman namun seluruh potensi kamu bisa tergunakan hingga optimal dan tidak bertentangan dengan norma agama dan sosial. Kalaupun di jalan nanti ada tantangan, bacalah sejarah orang-orang besar dalam menggapai mimpi atau diskusi sama mereka yang udah sukses atau para orang tua untuk tahu jalur mana yang musti di ambil dan Go ahead!

. . .

“Sepertinya saya salah selalu. Ah, saya selalu salah”

Nah kalau yang ini bagaimana? Ini masalah rendah diri. Hehehe,.. tunggu dulu, terkadang ada orang yang memilih untuk tidak memperlihatkan kelebihan karena takut disangka sombong.

Sebentar, kita bahas sedikit masalah sombong. Seorang pemuda mengatakan bahwa dia suka memakai sandal bagus dan baju bagus saat berjalan. Apakah itu dikategorikan sebagai kesombongan? Ternyata Rasululllah menjawab tidak. “Kesembongan adalah menolak kebenaran dan merendahkan orang lain” Nah ini dia definisi sombong: menolak kebenaran dan merendahkan orang lain.

Apakah berjalan dengan menggunakan rizki yang diberikan oleh Allah adalah kesombongan. Ternyata tidak, ini adalah cara untuk memperlihatkan bahwa “Tuhan gw Maha Kaya dan Maha Pemberi Rizki, Nih liat, gw punya baju mentereng, gadget kece n mobil baru yang limited edition” No problem.

Jadi jika ilmu atau bakat kita dilihat sebagai rizki maka tidak mengapa kita memperlihatkannya kepada orang lain. Niatnya bukan untuk show off tapi untuk kasih lihat ke manusia “Tuhan gw Maha Mengetahui dan Maha Pemberi” Ya.  Allah memberi kita ilmu dan memberi kita pengetahuan dan bakat. Ini salah satu cara kita mensyukuri nikmatNya dengan cara membagi-bagikannya kepada orang lain. Bagi bagi ilmu… 😀

Kembali ke rendah diri tadi. “Saya selalu salah” Iya benar, kita manusia ini banyak salah. Banyak buat dosa, bermaksiat, memungkiri janji de el el. Tapi apakah itu membuat kita menjadi pesimis dan kemudian mengeluarkan statement “Ah, saya selalu salah” dan kemudian berakhir dengan putus asa lalu menemui kematian dengan menggenaskan bergelimang dosa dan nantinya ketemu malaikat penjaga neraka sambil nanya “Kemana aje bro? Udah gw tungguin dari tadi? Tuh baranya udah sangat membara.”

Tariq Ramadan, seorang Professor di Faculty of Contemporary Islamic Study  Oxford University menyebutkan dalam salah satu seminarnya “Jika ingin membuat perubahan setelah menyadari kesalahan, jangan mulai dari kejahatan apa yang telah Anda lakukan, namun mulai dari kebaikan apa yang Anda punya.”

Mulai dari kebaikan yang kita punya. Masih galau apakah kita  punya potensi berbuat kebaikan atau tidak? Dalam surat As Syams ayat 8 “maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya” .

 

Yap.. Kita punya potensi untuk kefasikan (kejahatan) dan ketaqwaan (kebaikan). Punya potensi untuk menjadi pembunuh dan penyelamat. Orang yang hobi berbuat jahat dan orang yang hobi berbuat baik. Pembela kejahatan dan pembela kebenaran. Kita punya potensi untuk itu. TInggal mau mengasah potensi yang baik atau yang jahat.

 

Dengan ini kita dapat beberapa hal.  Manusia punya kemampuan untuk berbuat jahat dan baik. Manusia melakukan kesalahan namun bukan berarti itu adalah akhir dari segalanya. “Ikutilah kesalahan itu dengan kebaikan, maka kebaikan akan menghapus kesalahan itu”. Dan mulailah perubahan itu dengan melihat kebaikan apa yang anda punya dan kamu bisa lakukan, kawan 😀

 

Jadi ketika kita menemukan kesalahan yang kita lakukan bukan berarti itu adalah langit runtuh,  tsunami datang atau semua  nilai A  yang ada di ijazah kamu berubah jadi E. Kita melakukan kesalahan adalah karena iman kita lagi turun, dan sadar bahwa Tuhan kita Maha Pengampun lalu kita minta ampun lalu berbuat kebaikan yang kita bisa lakukan adalah hal yang bisa membuat kita mendapatkan ampunan sekaligus bonus. Bonus nya kita dapat pahala unlimited. Seperti kata Yasir Qadhi di salah satu ceramahnya. Yasir Qadhi adalah Buya Hamkanya orang amerika.

 

Jadi, oleh karena itu, kita harus berani mengakui bahwa kita berbuat pernah salah dan berani mengakui bahwa kita pernah berbuat benar.

Dalam menghadapi hidup kita musti tahu tujuan; mau kemana semua ini. Tahu peta dan kemampuan. Tahu kemana hendak bertanya. Tahu mana potensi maksimal kita yang punya untuk memaksimalkannya bagi peradaban manusia sehingga dapat pahala tak terhingga di akhirat dan di sapa malaikat penjaga pintu surga “Kemana aja gan? Nih, kunci istana, udah saya siapin dari jauh jauh hari. Kalau ada apa-apa panggil aja malaikat-malaikat dan bidadari-bidadari yang stand by 24 hours, gan.”

Berbuat salah itu niscaya, karena kita manusia. Memang untuk disesali namun bukan untuk dijadikan amunisi penguat argument “saya orang pendosa yang ga bisa jadi baik”. Bangkit, dan karena disana, di setiap sanubari manusia, ada tersedia kebaikan.

Wassalam
Orang yang lagi mencoba jadi baik
Nurul Huda

Balikpapan 7 April 2016

ENFP, from famous people to my very life

Barusan kepo tentang ENFP di google. And it results some tremendous result. Ternyata Che Guevara, Steve Jobs, Mark Twain, Bill Clinton, Moammar Gadafi, Po the Panda, Naruto, Shalman Rushdie all of them are ENFP. Not to mention, Walt Disney, Daniel Radcliffe, Madonna dan Gwen Stevani  as well. Realizing this, there are a lot of things appear in my mind.

Dengan kapasitas sebagai karakter yang kreatif idealis, pemikir dan tidak mau diatur, dan mempunyai sisi introvert orang-orang ENFP mempunya kekuatan untuk menjadi ahli di bidannya masing masing. Ada yang concern di filsafat, akting, jurnalistik, politikus dan revolusioner bahkan diktator. Ide tentang kebahagiaan dan kemampuan meyakinkan orang lain dengan kharisma inspiratornya membuat mereka bahkan bisa menjadi, hampir, apapun.

Bisa menjadi yang dikecam semacam shalman rushdie dan gadafi atau menjadi super hero seperti Naruto dan Po.Pemimpin negara atau revelusioner seperti Bill Clinton dan Che Guevara. Bisa menjadi penulis terkenal dan produktif seperti Mark Twain atau trend setter mode seperti Madonna. Well, it is all up to them.

Saya pribadi memilih untuk, pada saat ini duduk diam mengawasi sebenarnya saya mau jadi apa. Not to brag or to boast. God gives me a lot of capability like ability of drawing, writing and language learning. Somehow, it is hard to define on which direction I want to go to. Since, all of them are appealing and seducing my creative mind. It just not stop. Standing in this position like this will only end in two direction: doing nothing or choose an option of what to do next.

And forthrightly, all facilities around me almost support on what ever I can be. I have a very democratic husband who basically an ESTJ. Hm, maybe some of you will think like on how actually an ESTJ and ENFP can decide to live together? MasyaAllah, I my self is also stunning on that fact. Love can trespass the boundary of psychology of science. He lets me on what ever expert I want to be. Excuse me, dont think that what I am doing is to make a lipservices to say that my husband is good. 😀 hehehe.. I try to make it as objetive as possible. Anyway, perhaps this post can help those guys who want to marry an ENFP girl.

firstly, he never be an authoritarian man. We even ever discuss on this that is most likely sensitive case like: Israeli can be life peacefully with Palestinian and even with Christian in the land of Jerussalem and Palestina. Just like in Prophet Muhammad pbuh Era . Where the three religions live peacefully once, before any betrayal. See? it is most unlikely in my surrounding to have that such kind of idea. I don’t really know whether he agree on my ideas but he let me be with my ideas. Splendid!

Secondly, he knows that I am not a type of person that like to be rule. He lets me to do things and just wait for my own consciousness to take actions. Well to say it in truth buddy, I feel as the person who has the most freedom in my life. The most ‘liberal’ woman on earth. That freedom is priceless, buddy.

Thirdly, he doesn’t ask me to be any body else and facilitate my creativity. Again, the basic of family we want to build is to respect each other basic traits. We dont modify our spouse, yet we try to make the best of us. And he does it more then me, I think. I put respect on that to him 😀

Fourthly, to be continued

 

Menulis

Tag

, , , ,

Well, it has been a while I’m not writing things. Hopefully I could write more.

I have been pregnant 🙂 Alhamdulillah.. And there are couple of things I want to achieve in my expectant mother periode.

Due to I want a smart religious healthy and sociable kid. I want to execute several ideas

Join a tahsin school. To increase the quality of my Quran recitation, I have to learn more on how to read it correctly. Couse I want a kid that able to memorize Quran, I have to start it as well. 🙂

Join an IELTS course to increase my English. I and my husband have planning to study in UK next year by taking LPDP schoolarship. Either both of us could make it of merely him, for 2017, IELTS score of 6.5 or 7 is a necessary to achieve.

Learn Japanese, Korean or other language. To increase the level of Linguistic awareness of my kid, I want to learn more language 🙂

Sport. Hm, due to my incapablity for doing extreme sport, I choose walking as my regular sport. Hopefully I can make it 😉

Increase my intensity with my Creator. This embryo is gifted to us by the permit of Him. This is an Amanah for both of me and my spouse. By getting closer to Him is the only way to be in serenity.

Increase my knowledge of expectant mother and how to raise a baby. Googling and read more then 🙂

Well, thanks for reading guys

Gagap Pasca Campus?

Tag

, , , , ,

Lulus kuliah dan tidak bekerja?

banyak yang mengatakan, “buat apa kuliah, toh setelah kuliah ga akan bekerja juga. Liat tuh, para pengcari kerja yang kebanyakan sarjana.”

Atau ujaran lain seperti “Tuh, sarjana banyak menumpuk, tapi tidak kerja

Lalu muncul pertanyaan: Apakah benar? Apakah seserius itu kondisi sehingga rizki sepertinya sulit sekali?

Setelah gelisah membaca salah satu buku tentang motivasi, aku memutuskan untuk menulis ini. Masalahnya bukan terletak pada mereka yang menimba ilmu. Tetap saja, dimata Tuhan, orang yang berilmu lebih baik daripada orang yang tidak berilmu. Dan, masalahnya dimana? masalahnya adalah, mungkin pada pemikiran
“Apa yang saya dapatkan setelah lulus?”

Orang yang punya pemikiran berbeda “Apa yang saya bisa berikan setelah lulus” kemungkinan besar akan mendapatkan pekerjaan, mendapatkan beasiswa atau menciptakan pekerjaan. karena konsentrasinya adalah memproduksi sesuatu, baik barang, jasa atau pemikiran.

Lulus dari kampus ternama atau tidak, sepertinya bukanlah hal yang sangat membedakan pada saat ini. Dimana orang-orang melihat “Apa yang kamu bisa beri untuk kami?” Yang sangat membedakan adalah mentalitas “penerima” atau “pemberi”

Aku jadi teringat salah satu hadist “Yang terbaik darimu adalah yang paling bermanfaat untuk manusia”

Maka, enyahkan rasa takut pasca campus itu. Jadikan Ilmu mu berguna dan berharga, kawan. Ketika berpikir memberi, maka Allah akan mudahkan. Kenapa? Karena Allah akan memudahkah orang yang ingin beribadah. Dan memberikan pertolongan, dalam bentuk apapun itu, sebesar atau sekecil apappun itu, adalah salah satu bentuk ibadah.

Dan ingat, bahwa tidak ada sesuatu apapun yang sia-sia dihadapanNya. Malaikat di sisi kiri dan kanan akan tetap mencatat. Manusia bisa bilang dan mengkomentar apa saja terhadap jalan kebaikan yang kita mulai. Kita terbata dan terjatuh, kadang terjerembab, dan bangkit lagi. Tidak ada riuh tepuk tangan karena kita mengerjakannya di tempat yang jauh dari keramaian.  Namun ingatlah kawan, mereka yang mau memulai akan mendapat pertolongan dariNya. Sama hal nya dalam rizki seseorang. Semenjak kita dalam kandungan rizki itu telah ada. Tinggal apakah mau berusaha atau tidak. Dan tidak ada yang sia-sia, kawan.

Dan kemudian, apa gunanya melihat kondisi sulit macam sekarang dengan meriuh redamkan keluhan? Tidak ada. Tidak ada yang akan berubah. Menyalahkan situasi ekonomi dan perpolitikan atau semacamnya.  Memang benar banyak sekali yang tidak beres di NKRI kita ini. Rasa kecewa  dan geram terhadap para eksekutif dan legistlatif negara yang perlahan berubah menjadi makelar adalah rasa yang wajib kita punya. Namun tak sebatas itu saja. Tak sebatas itu. Harus ada yang kita persiapkan untuk menggantikan mereka beberapa dekade kedepan.

Dan kawan, aku percaya, bahwa perubahan itu dimulai dari dalam. Dari alam pikiran. Dari bagaimana cara kita memandang masa depan. Apakah tetap menggerutu ria dan menyalahkan atau memulai berpikir “Apa yang bisa aku lakukan dan berikan sekarang?”

 

Nurul Huda
18:12:2015
Balikpapan